Sabang.AGN – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sabang, Darmawan, menilai sejumlah atlet daerah memiliki peluang meraih prestasi pada Pekan Olahraga Aceh (PORA) yang dijadwalkan berlangsung Mei 2027.
Namun, kesiapan menghadapi ajang tersebut masih membutuhkan penyelesaian berbagai kebutuhan teknis di tingkat pengurus cabang olahraga (pengcab).
Darmawan menjelaskan, selama masa pembinaan dan persiapan, para atlet berada di bawah tanggung jawab masing-masing pengcab. Namun, ketika PORA dilaksanakan, seluruh atlet akan menjadi bagian dari kontingen KONI Kota Sabang, Senin (2/11/2026) malam.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu dipahami bersama agar seluruh pengurus memiliki tanggung jawab dalam memastikan kesiapan atlet, baik dari sisi pembinaan, pendampingan maupun kebutuhan selama pertandingan.
Ia mengungkapkan, sejumlah pengcab saat ini masih membutuhkan perhatian khusus. Kebutuhan tersebut antara lain penambahan personel ofisial untuk membantu kelancaran latihan dan pertandingan, serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung.
"Jadi ada beberapa pengcab ingin penambahan personel pada bagian ofisial untuk membantu kelancaran latihan dan pertandingan. Ada juga pengcab yang ingin menambah sarana dan prasarana atau alat untuk latihan dan pertandingan," kata Darmawan.
Meski demikian, ia mengakui pemenuhan kebutuhan tersebut harus mempertimbangkan kemampuan anggaran organisasi. Karena itu, setiap usulan perlu dibahas bersama untuk menentukan kebutuhan yang paling mendesak bagi persiapan atlet.
"Ini kan harus kita pikirkan bersama mengingat keterbatasan anggaran. Di sisi lain, kalau kita lihat di lapangan, atlet kita memiliki peluang untuk juara," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan paparan Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Sabang, kegiatan persiapan PORA juga mencakup pemetaan lokasi latihan atlet yang tersebar di Sabang dan Banda Aceh. Salah satunya cabang taekwondo dengan enam atlet, terdiri atas satu atlet di Sabang dan lima atlet di Banda Aceh.
Dalam rencana pengawasan, Binpres memperkirakan pelaksanaan 14 sesi monitoring pada sekitar sembilan lokasi latihan. Kegiatan tersebut membutuhkan waktu sekitar tujuh hari apabila dilaksanakan satu tim atau empat hari jika dibagi menjadi dua tim.
Paparan tersebut juga mencatat sembilan cabang olahraga belum melengkapi formulir jadwal latihan. Selain itu, penetapan petugas monitoring, pembagian tim kunjungan, dan pemutakhiran lokasi latihan masih menjadi bagian dari agenda yang perlu diselesaikan.
Darmawan berharap seluruh jajaran pengurus KONI Kota Sabang tetap menjalankan tugas dan memberikan kontribusi sesuai bidang masing-masing. Menurutnya, kerja sama antarpengurus menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pembinaan atlet menjelang PORA.
"Saya berharap kepada pengurus hari ini tetap berkontribusi sesuai bidang masing-masing untuk kelancaran pembinaan atlet di Kota Sabang," pungkasnya.[DIKK]

0 Komentar