Dari Bakso hingga Amplang, Usaha Olahan Ikan di Sabang

 

Foto | Ilustrasi: Beragam produk olahan hasil perikanan, mulai dari bakso ikan, ikan asin, kerupuk hingga siomay, menggambarkan potensi pengembangan UMKM pengolahan ikan di Kota Sabang.(dok.kreasi AI AGN)

Sabang.AGN – Usaha pengolahan hasil perikanan menjadi salah satu peluang ekonomi masyarakat Kota Sabang. Berdasarkan lampiran data UMKM tahun 2025, tercatat 56 entri pelaku usaha dengan beragam produk olahan ikan yang tersebar di sejumlah gampong.

Dari jumlah tersebut, bakso ikan menjadi produk yang paling banyak tercantum dengan 28 penyebutan, disusul ikan asin sebanyak 18 penyebutan. Angka tersebut merupakan catatan jenis produk dalam data, bukan jumlah usaha yang dipastikan masih aktif maupun gambaran kapasitas produksinya.

Selain kedua produk tersebut, masyarakat Sabang juga menghasilkan kerupuk ikan, ikan kayu, siomay, amplang, serta berbagai makanan olahan lainnya. Keberagaman produk ini memperlihatkan adanya peluang untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan melalui kegiatan usaha rumah tangga.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Sabang, Zulfan, S.Pi., menjelaskan bahwa pembinaan pelaku usaha dapat dilakukan melalui pelatihan keterampilan, peningkatan kapasitas produksi, serta bantuan peralatan pengolahan dan penyimpanan seperti freezer. Beberapa produk yang dihasilkan masyarakat, antara lain bakso ikan, keripik, dan stik ikan, Minggu (1/11/2026).

Menurut Zulfan, dukungan pemerintah tidak selalu menggunakan pola yang sama setiap tahun karena program dapat bersumber dari berbagai kegiatan. Pemerintah berperan memberikan fasilitas dan pendampingan, sedangkan pelaku UMKM perlu mengembangkan kualitas produk sekaligus mencari peluang pemasaran agar usahanya mampu bertahan.

Meski demikian, data tahun 2025 tersebut belum memuat informasi lengkap mengenai omzet, jumlah pekerja, volume produksi, maupun jangkauan penjualan setiap usaha. Terdapat pula perbedaan antara penamaan tab dokumen dan alamat pelaku usaha, sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan ketepatan data UMKM Sabang.

Pengembangan usaha olahan ikan diharapkan tidak berhenti pada pelatihan dan bantuan peralatan. Keberlanjutan produksi, kualitas kemasan, perizinan, serta akses pemasaran menjadi faktor penting agar produk masyarakat dapat menjangkau toko oleh-oleh, restoran, maupun pasar yang lebih luas dan memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga nelayan.[DIKK]

0 Komentar