![]() |
| Foto | Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, S.T., M.T., menyampaikan pandangan mengenai potensi wisatawan Malaysia.(dok.Aulia Prasetya untuk AGN) |
Sabang.AGN – Bagi wisatawan Malaysia, Sabang memiliki daya tarik yang tidak hanya terletak pada kedekatan geografis. Pulau Weh menawarkan suasana yang berbeda, mulai dari laut yang jernih, alam yang masih asri hingga keramahan masyarakat.
Seorang wisatawan asal Malaysia, Afif (46), mengatakan Sabang memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan sejumlah destinasi lain yang pernah dikunjunginya.
Menurutnya, suasana Sabang terasa lebih tenang. Wisatawan bisa menikmati keindahan laut tanpa harus berada di tengah keramaian kawasan wisata modern.
“Sabang dekat dari Malaysia, tetapi suasananya berbeda. Di sini lebih tenang dan masyarakatnya juga ramah,” ujarnya saat menikmati perjalanan di Pulau Weh.
Laut menjadi salah satu alasan utama wisatawan Malaysia memilih Sabang. Kejernihan air, panorama pantai dan keindahan bawah laut menjadi pengalaman yang banyak dicari, baik untuk snorkeling, menyelam maupun sekadar menikmati suasana pesisir.
Namun, pengalaman wisatawan tidak hanya berhenti pada keindahan alam. Interaksi dengan masyarakat lokal juga menjadi bagian yang membuat kunjungan terasa lebih berkesan.
Kedekatan budaya Aceh dan Malaysia turut membuat wisatawan lebih mudah beradaptasi. Kemiripan bahasa, kuliner serta sejumlah nilai sosial membuat suasana di Sabang terasa akrab bagi pengunjung dari negeri jiran.
Hal tersebut menjadi salah satu potensi yang terus dikembangkan Pemerintah Kota Sabang. Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, S.T., M.T., mengatakan wisatawan Malaysia merupakan salah satu pasar yang memiliki peluang besar bagi perkembangan pariwisata daerah.
Menurut Harry, kedekatan geografis dan hubungan budaya antara Aceh dengan Malaysia menjadi modal penting dalam menarik lebih banyak wisatawan dari negara tersebut.
“Wisatawan Malaysia memiliki karakter yang cukup dekat dengan kita, baik dari sisi budaya maupun hubungan masyarakat. Ini menjadi peluang yang harus terus kita kembangkan,” kata Harry.
Selain wisata bahari, wisatawan Malaysia juga dapat menikmati berbagai kuliner khas Aceh. Kopi Aceh, makanan laut dan hidangan tradisional menjadi bagian lain dari pengalaman perjalanan selama berada di Sabang.
Sejumlah kawasan bersejarah di Pulau Weh juga menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh tentang Sabang. Perjalanan tidak hanya menawarkan panorama, tetapi juga cerita mengenai sejarah dan kehidupan masyarakat setempat.
Harry mengatakan pengembangan pariwisata Sabang harus tetap memperhatikan karakter dan kelestarian lingkungan. Menurutnya, suasana alam yang masih terjaga justru menjadi salah satu kekuatan Sabang dalam menarik wisatawan.
“Yang penting bagaimana pariwisata berkembang, tetapi karakter Sabang tetap kita jaga. Alam, budaya dan kenyamanan masyarakat harus menjadi bagian dari pengembangan wisata,” ujarnya.
Bagi wisatawan Malaysia, pengalaman berada di Sabang juga bukan sekadar perjalanan ke destinasi yang lokasinya berdekatan. Ada suasana, interaksi dengan masyarakat dan keindahan alam yang membuat Pulau Weh memiliki kesan tersendiri.
Tidak mengherankan jika sebagian wisatawan kemudian memilih kembali datang, baik bersama keluarga maupun teman. Sabang menawarkan perjalanan yang relatif sederhana, tetapi meninggalkan pengalaman yang sulit dilupakan.
Kedekatan Aceh dan Malaysia akhirnya tidak hanya terlihat dari jarak wilayah. Hubungan budaya dan masyarakat yang telah berlangsung lama ikut menjadi jembatan bagi berkembangnya kunjungan wisatawan Malaysia ke Sabang.[DIKK]

0 Komentar