![]() |
| Foto | Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam meletakkan batu pertama pembangunan rumah bagi fakir, miskin, dan duafa di Gampong Batee Shoek.(dok.AGN) |
Sabang.AGN – Warga lanjut usia dan penyandang disabilitas yang kesulitan mendatangi bank tetap mendapat akses penyaluran zakat di Kota Sabang. Wali Kota Sabang Zulkifli H.
Adam bersama Ketua TP-PKK Nuri Farisal dan pihak Bank Aceh mendatangi penerima bantuan untuk memfasilitasi penyaluran zakat secara langsung, Senin (19/10/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Gampong Batee Shoek, Kecamatan Sukamakmue, bersamaan dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah bagi masyarakat fakir, miskin, dan duafa. Kedua kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah melalui Baitul Mal dalam menjangkau warga yang membutuhkan bantuan.
Dalam penyaluran zakat, terdapat 11 mustahik senif fakir dan miskin yang mengalami kendala untuk mengambil bantuan melalui Bank Aceh. Dari jumlah tersebut, dua penerima mendapatkan penyerahan langsung dari Wali Kota Sabang, yakni Basyiah Amir Aziz yang telah lanjut usia dan M. Ali Abdullah, seorang penyandang disabilitas.
Masing-masing penerima memperoleh zakat sebesar Rp800.000. Sementara itu, penyaluran kepada mustahik lainnya akan dilanjutkan oleh Baitul Mal Kota Sabang bersama pihak Bank Aceh agar bantuan tetap dapat diterima oleh mereka yang berhak.
Zulkifli mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan dalam mengakses layanan perbankan. Menurutnya, kondisi usia, kesehatan, maupun keterbatasan fisik tidak seharusnya menjadi penghalang bagi mustahik untuk memperoleh zakat.
“Penyaluran zakat ini merupakan bentuk perhatian kita kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang karena usia, sakit, atau keterbatasan fisik tidak bisa datang sendiri ke bank. Kita ingin memastikan zakat yang menjadi hak mereka tetap tersalurkan dan dapat diterima dengan mudah,” tambahnya.
Selain penyaluran zakat, Zulkifli juga memulai pembangunan rumah bagi warga fakir, miskin, dan duafa melalui peletakan batu pertama di lokasi yang sama. Program ini merupakan penyaluran infak untuk pembangunan rumah dalam rangka haul 2025 Tahun Anggaran 2026.
Sebanyak 30 unit rumah dialokasikan melalui program tersebut. Setiap unit dirancang dengan tipe 36+ dan nilai bantuan Rp120 juta. Pencairan dana dilakukan dalam tiga tahap, masing-masing 40 persen pada tahap pertama, 40 persen pada tahap kedua, dan 20 persen pada tahap ketiga, mengikuti perkembangan pembangunan.
“Alhamdulillah, hari ini kita memulai pembangunan rumah bagi masyarakat fakir, miskin, dan duafa. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga penerima bisa memiliki tempat tinggal yang layak dan lebih nyaman untuk keluarganya,” kata Zulkifli, di Gampong Batee Shoek, Senin (19/10).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Sabang Irfani, Staf Ahli TP-PKK Kota Sabang Erwani Meutia, serta Plt. Kepala Sekretariat Baitul Mal Kota Sabang Mawardi.
Melalui dua program tersebut, Pemko Sabang berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui dukungan hunian layak sekaligus memastikan penyaluran zakat dapat menjangkau mustahik yang menghadapi kendala untuk mengambil bantuan secara mandiri.[DIKK]

0 Komentar