
Foto | Dokter spesialis penyakit dalam dr. Suheir Muzakkir memberikan pemeriksaan kepada warga melalui layanan Puskesmas Keliling di Banda Aceh, Senin (5/10/2026).(dok.Diskominfo untuk AGN)
Banda Aceh.AGN – Pemerintah Kota Banda Aceh memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat melalui inovasi Puskesmas Keliling (Pusling). Layanan ini kini tidak hanya memberikan pemeriksaan umum, tetapi juga menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam langsung ke pemukiman warga.
Pada Senin, 5 Oktober 2026, dokter spesialis penyakit dalam, dr. Suheir Muzakkir, ikut memberikan pemeriksaan kepada masyarakat di sejumlah gampong di Banda Aceh melalui layanan Pusling.
Kehadiran dokter spesialis tersebut menjadi upaya pemerintah kota untuk mendekatkan layanan medis lanjutan kepada warga yang selama ini menghadapi kendala untuk mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan utama, terutama lansia, penderita penyakit kronis, serta masyarakat dengan keterbatasan mobilitas.
Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh, Wahyudi, mengatakan penguatan layanan Pusling merupakan bagian dari komitmen Pemko Banda Aceh dalam memastikan pelayanan kesehatan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Kami ingin memastikan seluruh warga kota, tanpa terkecuali, seperti arahan Ibu Wali Kota Illiza, mendapatkan pelayanan medis berkualitas. Kehadiran dokter spesialis di puskesmas keliling menjadi solusi konkret bagi warga yang terkendala jarak, waktu maupun kondisi fisik,” kata Wahyudi.
Menurutnya, layanan Pusling yang melibatkan dokter spesialis tersebut akan dilaksanakan secara berkala di sejumlah gampong. Sasaran utamanya mencakup kawasan padat penduduk maupun wilayah yang relatif jauh dari fasilitas kesehatan utama.
Wahyudi menyebutkan jadwal dan lokasi pelayanan akan disampaikan secara rutin melalui pihak kecamatan dan perangkat gampong. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui lokasi pelayanan dan memanfaatkan pemeriksaan yang disediakan.
“Fokus kita menyasar wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan utama serta kawasan padat penduduk,” ujarnya.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mempermudah masyarakat memperoleh pemeriksaan, tetapi juga memperkuat pemerataan layanan kesehatan di tingkat gampong. Pemerintah Kota Banda Aceh menilai pendekatan pelayanan langsung ke tengah masyarakat menjadi salah satu cara untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih inklusif dan responsif.[ZAK]
0 Komentar