
Foto | BPBD Kota Sabang mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila sebaran asap karhutla semakin pekat dan kualitas udara memburuk.(dok.Ilustrasi AGN)
Sabang.AGN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sabang meminta masyarakat mewaspadai kemungkinan memburuknya kualitas udara akibat sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Warga disarankan mengurangi kegiatan di luar ruangan jika asap semakin pekat atau kondisi udara mulai menurun.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sabang, Syachrial, mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mengabaikan potensi dampak asap terhadap kesehatan. Ia juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti perkembangan informasi dari instansi berwenang.
Berdasarkan pemantauan citra satelit pada Kamis (15/10/2026) pukul 08.00 WIB, asap terdeteksi di sebagian wilayah Aceh. Sementara itu, pemantauan titik panas atau hotspot di wilayah Aceh tercatat hingga Rabu (14/10/2026) pukul 23.59 WIB.
Pemantauan tersebut menjadi salah satu dasar untuk melihat perkembangan kondisi kebakaran hutan dan lahan serta potensi penyebaran asap. Perubahan arah angin dan kondisi atmosfer dapat memengaruhi pergerakan asap sehingga situasi di suatu wilayah berpeluang berubah dalam waktu tertentu.
Di sisi lain, informasi pemantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi partikel halus PM2.5 di Aceh masih berada dalam kategori baik hingga sedang. Meski demikian, masyarakat tetap diminta memperhatikan kondisi lingkungan dan tidak menganggap risiko paparan asap telah sepenuhnya hilang.
PM2.5 merupakan partikel berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan partikel tersebut perlu diantisipasi, terutama oleh kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.
BPBD Sabang menyarankan warga menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar rumah saat kondisi berasap. Jika kualitas udara memburuk, kegiatan di luar ruangan sebaiknya dikurangi untuk membatasi paparan partikel yang terhirup.
Selain melakukan langkah pencegahan, masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca dan kualitas udara melalui kanal resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi terbaru diperlukan untuk membantu warga menyesuaikan kegiatan sehari-hari dengan perkembangan kondisi atmosfer.
Syachrial juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Informasi resmi dari instansi terkait perlu menjadi rujukan agar masyarakat memperoleh gambaran yang tepat mengenai situasi yang sedang berlangsung.
Apabila mengalami batuk, iritasi mata, atau gangguan pernapasan setelah terpapar asap, warga dianjurkan segera menjauhi sumber paparan. Jika keluhan semakin berat atau disertai sesak napas, masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat.[DIKK]
0 Komentar