Perdana Gunakan Sistem Digital, SMA Negeri 2 Sabang Pilih Ketua OSIS

Foto | Warga SMA Negeri 2 Sabang mengikuti proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS tahun 2026 menggunakan sistem digital, Kamis (1/10/2026).(dok.AGN)

Sabang.AGN – Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 2 Sabang tahun 2026 berlangsung dengan suasana berbeda. Untuk pertama kalinya, sekolah tersebut memanfaatkan sistem digital dalam proses pemungutan suara yang melibatkan seluruh warga sekolah, Kamis (1/10/2026).

Sebanyak dua pasangan kandidat bersaing dalam pemilihan tersebut. Sebelum memasuki tahap pencoblosan, masing-masing kandidat telah melalui rangkaian kegiatan berupa penyampaian visi dan misi serta debat untuk memperkenalkan gagasan yang mereka tawarkan kepada pemilih.

Kepala SMA Negeri 2 Sabang, Nasrizal, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan pemilihan pengurus OSIS merupakan agenda tahunan sekolah. Namun, penerapan teknologi dalam proses pemungutan suara menjadi hal baru yang diterapkan pada tahun ini.

Menurut Nasrizal, pemilih tidak hanya berasal dari kalangan siswa. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta siswa kelas X hingga XII turut diberikan hak suara dalam menentukan kepengurusan OSIS periode mendatang.

“Yang akan dipilih oleh seluruh warga sekolah, di antaranya semua guru termasuk kepala sekolah dan tendik, kemudian seluruh siswa-siswi dari kelas 10 sampai kelas 12,” katanya.

Penggunaan sistem digital dinilai memberikan kemudahan dalam proses pemilihan. Selain membuat pemungutan suara berlangsung lebih praktis, sekolah juga dapat mengetahui hasil pemilihan dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan mekanisme konvensional.

“Untuk metode pemilihan tahun ini, ini adalah kali pertama kita lakukan dengan cara digitalisasi,” ujar Nasrizal.

Ia menyebut penerapan tersebut bukan sekadar upaya memanfaatkan teknologi di lingkungan sekolah. Proses pemilihan juga diarahkan menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk mengenal praktik demokrasi secara langsung, khususnya bagi mereka yang dalam waktu mendatang akan memasuki usia sebagai pemilih pemula.

“Ini adalah bentuk pembelajaran pertama bagi mereka,” katanya.

Mekanisme pemilihan tetap mengacu pada prinsip langsung, umum, bebas dan rahasia (Luber). Dengan demikian, proses demokrasi di lingkungan sekolah diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada siswa dalam menentukan pilihan secara bertanggung jawab.

Sementara itu, Ketua OSIS SMA Negeri 2 Sabang periode 2025-2026 sekaligus penanggung jawab kegiatan, Annisa Nada Zahira, mengatakan kepengurusan sebelumnya telah menjalankan sejumlah program rutin. Salah satunya kegiatan keagamaan yang dilaksanakan setiap Jumat pagi.

“Setiap Jumat pagi kita melakukan membaca Yasin, kemudian tausiyah dan juga zikir bersama,” kata Annisa.

Menurut Annisa, perjalanan kepengurusan OSIS tidak terlepas dari berbagai kendala. Persoalan dapat muncul baik dari internal anggota maupun dalam proses menjalankan kepemimpinan. Namun, koordinasi dan kekompakan antaranggota menjadi salah satu cara untuk menyelesaikannya.

“Pastinya ada, di setiap kepemimpinan ada kendalanya, entah itu dari anak-anaknya ataupun dari pemimpin-pemimpinnya. Tapi semuanya bisa dikendalikan dengan baik dengan kerja sama tim yang bagus,” ujarnya.

Untuk kepengurusan baru, sejumlah kandidat menawarkan program yang dinilai dapat menghidupkan kembali kegiatan siswa. Salah satu gagasan yang mencuat adalah mengaktifkan kembali drum band yang sudah cukup lama tidak digelar di SMA Negeri 2 Sabang.

“Yang paling beda itu calon tahun ini ada yang mengusulkan untuk drum band, karena SMA 2 sudah lama sekali tidak buat drum band,” katanya.

Annisa berharap pengurus OSIS periode 2026-2027 nantinya mampu mempertahankan kegiatan positif yang telah berjalan sekaligus menghadirkan program baru. Ia juga berharap prestasi siswa SMA Negeri 2 Sabang dapat terus meningkat hingga mampu berkompetisi di luar Kota Sabang.

Pihak sekolah berencana melanjutkan penggunaan sistem pemilihan digital pada pemilihan OSIS tahun-tahun berikutnya sebagai bagian dari pembelajaran demokrasi sekaligus pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah.[DIKK]

0 Komentar