Pemko Sabang Bahas Pembenahan Fasilitas Wisata Gunung Api Jaboi

 

Foto | Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus memimpin rapat koordinasi pembahasan pengembangan ekowisata Gunung Api Jaboi di Balai Kota Sabang, Rabu (21/10).(dok.AGN)

SABANG – Pemerintah Kota Sabang menginventarisasi sejumlah kebutuhan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengunjung di kawasan ekowisata Gunung Api Jaboi. Pembenahan yang dibahas mencakup penyediaan air bersih, perbaikan akses, penerangan, hingga pengamanan di sekitar kawah.

Persoalan tersebut menjadi agenda rapat koordinasi pengembangan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Serbok Jaboi yang dipimpin Wakil Wali Kota Sabang, Suradji Junus, di Ruang Rapat Wali Kota Sabang, Kamis (22/10/2026).

Dalam pertemuan itu, pemerintah membahas kebutuhan yang perlu ditangani agar pengembangan kawasan wisata dapat berjalan lebih terarah. Koordinasi melibatkan sejumlah perangkat daerah, unsur Pemerintah Gampong Jaboi, pengurus KUPS, serta perwakilan WRI Indonesia sebagai mitra pendamping.

Suradji meminta setiap kebutuhan yang disampaikan pengelola diidentifikasi dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan. Menurutnya, persoalan yang dapat ditangani langsung oleh perangkat daerah perlu dibedakan dari kebutuhan yang memerlukan dukungan pendanaan atau kerja sama pihak lain.

“Kita ingin setiap pertemuan menghasilkan tindak lanjut yang jelas. Apa yang menjadi kebutuhan KUPS harus diinventarisasi, kemudian kita lihat mana yang bisa ditangani langsung dan mana yang membutuhkan dukungan pemerintah daerah maupun pihak lain. Dengan duduk bersama, kita bisa mencari jalan keluar agar pengembangan Serbok Jaboi terus berjalan,” kata Suradji.

Beberapa kebutuhan yang dibahas meliputi pembangunan gapura identitas kawasan, penyediaan jaringan air bersih, pembersihan jalur akses, serta penambahan dan perbaikan penerangan jalan umum. Aspek keamanan di sekitar kawah juga menjadi perhatian dalam mendukung aktivitas wisata.

Selain fasilitas dasar, rencana pengembangan mencakup pagar pengaman di titik rawan, jembatan akses, spot foto interaktif, dan perbaikan jalur pendakian. Pembenahan musala serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) juga masuk dalam daftar kebutuhan yang perlu ditangani.

Untuk memastikan rencana tersebut dapat direalisasikan, diperlukan pemeriksaan kebutuhan teknis dan pembagian tanggung jawab yang jelas. Data mengenai kondisi fasilitas, prioritas pekerjaan, dan dukungan anggaran menjadi bagian penting dalam menentukan tahapan pelaksanaan.

Pertemuan tersebut melibatkan Plt. Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bappeda, Camat Sukajaya, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, serta unsur teknis lainnya.

Pemko Sabang berharap koordinasi lintas sektor dapat membantu memperjelas penanganan kebutuhan di kawasan Gunung Api Jaboi. Pembenahan yang terencana diharapkan mendukung keselamatan pengunjung sekaligus memperkuat pengelolaan destinasi oleh masyarakat setempat.[PIM]

0 Komentar