
Foto | Workshop
promosi wisata berbasis seni dan budaya yang digelar Dispar Sabang di UKCC,
Kamis (22/10/2026), diikuti 40 peserta.(dok.Humas Dispar Sabang untuk AGN)
Sabang.AGN – Cara memperkenalkan sebuah destinasi turut menentukan bagaimana wisatawan mengenal dan tertarik mengunjunginya. Karena itu, kemampuan menyampaikan cerita, menjelaskan keunikan karya, serta membangun komunikasi dengan calon pengunjung menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam pemasaran pariwisata.
Perspektif tersebut menjadi salah satu dasar pelaksanaan workshop yang digelar Dinas Pariwisata Kota Sabang di Ujong Karang Conference Center (UKCC), Kamis (22/10/2026). Mengusung tema “Membangun Keterampilan Komunikasi dalam Promosi Wisata Berbasis Seni dan Budaya”, kegiatan ini melibatkan 40 peserta.
Dalam konteks pemasaran, seni dan budaya dapat menjadi materi promosi yang memperkaya gambaran tentang sebuah destinasi. Tidak hanya menawarkan pemandangan, Sabang juga memiliki kekayaan lokal yang dapat diperkenalkan melalui karya seni, tradisi, dan cerita budaya masyarakatnya.
Kadis Pariwisata Kota Sabang, melalui Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sabang, Murdiana, mengatakan, upaya penguatan promosi pariwisata daerah tersebut. Pelaksanaan workshop ini sejalan dengan kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dalam memperkenalkan potensi wisata yang dimiliki Kota Sabang.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Dispar Sabang menghadirkan Popon Zailian, Founder More Edu sekaligus Public Speaking Coach, dan Ulfa Khaliqa, Professional Art Conceiver. Kedua narasumber tersebut memberikan wawasan sesuai bidang keahlian masing-masing, terutama dalam komunikasi publik dan pengembangan gagasan seni.
Menurutnya, keterampilan berbicara di depan umum dapat membantu pelaku seni menyampaikan informasi secara terstruktur, sedangkan kemampuan mengemas gagasan kreatif dapat memperkuat cara mereka memperkenalkan karya. Kedua aspek tersebut relevan ketika seni dan budaya digunakan sebagai bagian dari promosi destinasi wisata.
Bagi sektor pemasaran pariwisata, keterlibatan pelaku seni juga membuka peluang untuk menghadirkan materi promosi yang lebih dekat dengan identitas daerah. Cerita mengenai karya, nilai budaya, dan kehidupan masyarakat dapat menjadi unsur pembeda yang membuat pengalaman berwisata di Sabang semakin berkesan.
Melalui workshop ini, Dispar Sabang mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar promosi wisata berbasis seni dan budaya dapat dikembangkan secara lebih kreatif.
Kolaborasi antara pelaku seni dan sektor pariwisata diharapkan memperluas cara memperkenalkan Sabang sekaligus mengangkat kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari daya tarik daerah.[PIM]
0 Komentar