Pelajar SMA 2 Sabang Ingatkan Waspadai Bahaya Hoaks di Media Sosial

Foto | Ketua OSIS SMA Negeri 2 Sabang periode 2025-2026, Annisa Nada Zahira, mengingatkan pelajar agar waspada terhadap penyebaran hoaks di media sosial.(dok.AGN)

Sabang.AGN – Arus informasi yang semakin cepat melalui media sosial membuat generasi muda tidak cukup hanya menjadi pengguna informasi. Pelajar juga dituntut mampu memilah informasi agar tidak ikut menjadi bagian dari penyebaran berita palsu atau hoaks yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ketua OSIS SMA Negeri 2 Sabang periode 2025-2026, Annisa Nada Zahira, mengingatkan pelajar agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang muncul di media sosial. Menurutnya, kebiasaan memeriksa kebenaran informasi perlu dibangun sejak di lingkungan sekolah.

Pesan tersebut disampaikan Annisa kepada acehglobalnews.id, Senin (5/10/2026). Ia menilai perkembangan teknologi telah membuat informasi dapat diterima dengan sangat mudah, namun kemudahan tersebut juga membawa risiko apabila pengguna tidak berhati-hati.

Annisa mengatakan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya sebaiknya tidak langsung dipercaya, terlebih disebarkan kepada orang lain. Pelajar perlu mencari dasar informasi, membandingkannya dengan fakta dan memastikan isi informasi sebelum mengambil kesimpulan.

“Jangan pernah termakan hoaks. Kalian harus cari tahu dulu apa saja dasar-dasar pendapatnya dan fakta-faktanya, apa saja, benarkah atau tidak,” kata Annisa.

Menurutnya, penyebaran informasi yang keliru tidak hanya dapat menyesatkan orang yang membacanya. Hoaks juga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, memicu perdebatan dan mengganggu hubungan antarsesama apabila informasi tersebut menyangkut kelompok atau orang tertentu.

Karena itu, Annisa mengajak teman-teman seusianya membiasakan diri berpikir kritis sebelum memberikan respons terhadap sebuah informasi. Sikap tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, seperti tidak meneruskan pesan yang sumbernya tidak jelas dan mencari informasi pembanding dari sumber yang dapat dipercaya.

Ia menilai kemampuan menyaring informasi juga berkaitan dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Di tengah perbedaan latar belakang masyarakat, penggunaan media sosial secara tidak bertanggung jawab dapat memperbesar persoalan apabila informasi yang beredar berisi kabar yang tidak benar atau memicu permusuhan.

Selain berhati-hati terhadap informasi digital, Annisa mengajak generasi muda tetap menjaga hubungan baik dengan sesama. Menurutnya, semangat gotong royong, saling membantu dan menghargai perbedaan merupakan nilai yang dapat diterapkan pelajar dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi Annisa, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak berhenti pada kegiatan seremonial setiap 1 Oktober. Momentum tersebut dapat menjadi pengingat bagi pelajar untuk lebih bertanggung jawab dalam bersikap, termasuk ketika menggunakan media sosial dan menerima berbagai informasi yang beredar.

Ia berharap pelajar di Sabang dapat menjadi pengguna media sosial yang lebih bijak dengan tidak mudah percaya terhadap kabar yang belum terverifikasi. Dengan membiasakan diri memeriksa fakta sebelum menyebarkan informasi, generasi muda diharapkan tidak menjadi mata rantai penyebaran hoaks di lingkungan sekolah maupun masyarakat.[DIKK]

0 Komentar