PAUD Banda Raya Disiapkan Jadi Satuan Pendidikan Aman Bencana

Foto | Sosialisasi SPAB menjadi bagian dari program Barata atau Banda Raya Tangguh untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di lingkungan PAUD.(dok.Diskominfo Aceh untuk AGN)

Banda Aceh.AGN – Upaya membangun kesiapsiagaan bencana sejak usia dini mulai diperkuat di lingkungan pendidikan anak usia dini (PAUD) Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan sosialisasi pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) kepada kepala sekolah dan perwakilan guru.

Kegiatan tersebut berlangsung di Meeting Room Hotel Jeumpa Manheim, Kamis (15/10/2026). Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut audiensi antara Camat Banda Raya dan Bunda PAUD Kecamatan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh.

Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Banda Aceh, Dr. dr. Siti Hajar, M.Kes., M.Ked(Oph), Sp.M., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mendorong agar sosialisasi tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dilanjutkan dengan simulasi kebencanaan dan kerja sama resmi dengan BPBD dalam pembentukan SPAB.

Dorongan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat kesiapan satuan pendidikan menghadapi keadaan darurat. Lingkungan sekolah perlu memiliki pemahaman tentang potensi bencana serta langkah yang harus dilakukan untuk melindungi anak-anak, tenaga pendidik, dan warga sekolah lainnya.

Bunda PAUD Kecamatan Banda Raya, Yonanda, ST., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari inovasi bertajuk Barata atau Banda Raya Tangguh. Program ini memprioritaskan pembentukan SPAB di seluruh PAUD di wilayah kecamatan tersebut.

Menurut Yonanda, upaya tersebut diarahkan untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih aman sekaligus memberikan rasa tenang bagi orang tua dan masyarakat. Pengenalan kesiapsiagaan sejak dini juga menjadi bagian dari pembentukan kebiasaan menghadapi potensi bencana.

Dalam sosialisasi itu, perwakilan BPBD Kota Banda Aceh, Nurahman, memaparkan tahapan pembentukan SPAB. Prosesnya mencakup audiensi, sosialisasi, penyusunan kajian risiko bencana, hingga pelaksanaan simulasi untuk mempersiapkan warga sekolah menghadapi situasi darurat.

Nurahman juga menyampaikan bahwa PAUD di Kecamatan Banda Raya akan menjadi salah satu prioritas pendampingan BPBD. Pendampingan tersebut direncanakan berlanjut sampai seluruh tahapan pembentukan SPAB dapat dilaksanakan.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Banda Aceh, perwakilan Dinas Pendidikan, perwakilan Kepala Pelaksana BPBD yang menjadi narasumber, Bunda dan Pokja Bunda PAUD, serta pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) dan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI).

Melalui program Barata dan pendampingan BPBD, pembentukan SPAB diharapkan dapat memperkuat kesiapan satuan PAUD di Banda Raya dalam menghadapi risiko bencana. Upaya ini juga menjadi bagian dari pengembangan lingkungan belajar yang aman bagi anak sejak usia dini.[CSA]

0 Komentar