
Foto | Muhammad Saman bersama sejumlah pimpinan media dan tokoh pers saat pengembalian berkas bakal calon Ketua PWI Aceh.(dok.Infoaceh.net untuk AGN)
Banda Aceh.AGN – Pembenahan tata kelola organisasi, peningkatan kesejahteraan wartawan, dan penguatan profesionalisme menjadi sejumlah agenda yang ditawarkan Muhammad Saman dalam pencalonannya sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh periode 2026–2031.
Gagasan tersebut dibawanya saat mengembalikan berkas pendaftaran bakal calon kepada Steering Committee (SC) Konferensi Provinsi (Konferprov) XIII PWI Aceh di Gedung PWI Aceh, kawasan Simpang Lima, Banda Aceh, Jumat (23/10/2026) sore.
Dalam pencalonan ini, Saman mengusung slogan “Melanjutkan yang Baik, Memperbaiki yang Kurang”. Ia menawarkan keberlanjutan terhadap program yang dinilai telah berjalan baik, sekaligus membuka ruang evaluasi untuk membenahi berbagai kekurangan dalam organisasi profesi wartawan tersebut.
Berdasarkan dokumen visi dan misi pencalonannya, Saman ingin mewujudkan PWI Aceh yang bersih, amanah, transparan, profesional, dan independen. Organisasi juga diharapkan mampu memperjuangkan kesejahteraan anggota serta meningkatkan kompetensi wartawan di tengah perubahan industri media.
Ada delapan agenda utama yang ditawarkan, mulai dari penguatan integritas dan kepemimpinan yang bertanggung jawab, transparansi pengelolaan organisasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, dan uji kompetensi wartawan.
Saman turut menempatkan solidaritas anggota sebagai bagian penting dari arah kepemimpinannya. Ia mengusung organisasi yang inklusif dan tidak diskriminatif, sekaligus mendorong perlindungan hukum, keselamatan kerja, serta kesejahteraan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Penguatan kepengurusan PWI di tingkat kabupaten dan kota juga masuk dalam agenda tersebut. Melalui pemerataan pembinaan dan peningkatan kapasitas, program organisasi diharapkan dapat menjangkau wartawan di berbagai daerah, bukan hanya terpusat di tingkat provinsi.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi, Saman juga menawarkan penguatan kemampuan digital bagi wartawan. Adaptasi terhadap teknologi, menurut arah programnya, perlu dilakukan tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik, seperti akurasi, independensi, verifikasi, dan tanggung jawab kepada publik.
Pengembalian berkas tersebut diterima Ketua SC Konferprov XIII PWI Aceh, Azwani Awi atau Popon, didampingi Sekretaris SC Iranda Novandi, anggota SC Imran Joni dan Azhari Usman, serta Ketua Panitia Organizing Committee (OC) Nazar Ahadi.
Saman datang bersama sejumlah tokoh pers dan pimpinan media Aceh, di antaranya Aldin NL dari Waspada Aceh, Pemimpin Redaksi Harian Rakyat Aceh Sulaiman, serta Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Aceh, HT Anwar Ibrahim. Hujan lebat yang mengguyur Banda Aceh saat itu tidak menghalangi proses penyerahan dokumen pencalonan.
Sebelumnya, Saman mengambil formulir pendaftaran pada hari pertama penjaringan, Senin (5/10/2026). Dalam persyaratan yang disampaikan panitia, bakal calon harus memperoleh dukungan sekurang-kurangnya 10 persen dari jumlah pemilih yang menjadi acuan. Dengan Daftar Pemilih Sementara (DPS) sekitar 320 orang, jumlah dukungan minimal yang disebutkan adalah 32 anggota biasa PWI Aceh.
Dari sisi pengalaman, Saman pernah menjabat Wakil Sekretaris PWI Aceh pada periode 2010–2015 dan 2015–2020. Ia kemudian pernah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris PWI Aceh dan dipercaya menjadi Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan PWI Aceh periode 2021–2026.
Di bidang jurnalistik, Saman pernah bekerja sebagai wartawan Harian Analisa dan kini memimpin redaksi Infoaceh.net serta Harian Aceh. Ia juga tercatat memiliki kompetensi Wartawan Utama dari Dewan Pers sejak 2015.
Meski telah mengembalikan berkas, kelanjutan pencalonan tetap mengikuti tahapan verifikasi administrasi dan pemeriksaan dukungan oleh panitia. Proses tersebut diperlukan untuk memastikan setiap bakal calon memenuhi persyaratan organisasi sebelum melangkah ke tahap berikutnya.
Konferprov XIII PWI Aceh dijadwalkan berlangsung pada 20–22 November 2026 di Banda Aceh. Forum tersebut akan menjadi kesempatan bagi anggota untuk menentukan kepemimpinan organisasi sekaligus menilai program yang ditawarkan para kandidat bagi masa depan wartawan di Aceh.
Sebelum Muhammad Saman mengembalikan berkas pencalonannya, Nasir Nurdin lebih dahulu menyerahkan dokumen pendaftaran pada Sabtu (17/10/2026). Petahana Ketua PWI Aceh itu menjadi bakal calon pertama yang mendaftar dan turut menyertakan dokumen dukungan dari 118 anggota untuk mengikuti kontestasi kepemimpinan PWI Aceh periode 2026–2031.
Dua hari kemudian, pada Senin (19/10/2026), giliran Sayuti Achmad menyerahkan berkas pencalonan. Ketua PWI Lhokseumawe tersebut membawa dokumen dukungan awal dari 15 daerah di Aceh sebagai bagian dari persyaratan untuk maju dalam pemilihan ketua organisasi wartawan itu.[CSA]
0 Komentar