
Foto | PT Lumba-lumba Pulau Weh yang berada di kawasan wisata Gapang beach tercatat memiliki nilai investasi terbesar di antara lima perusahaan dalam daftar penanaman modal asing di Sabang.(dok.AGN)
Sabang.AGN – Lima perusahaan tercatat dalam data penanaman modal asing (PMA) di Kota Sabang dengan total nilai investasi mencapai Rp69.256.493.725 atau sekitar Rp69,25 miliar.
Data tersebut bersumber dari PTSP Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS).
Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker) Kota Sabang, Drs. Kamaruddin, menyampaikan bahwa daftar tersebut memuat lima perusahaan dengan nilai investasi yang berbeda-beda.
“Di Sabang itu yang tercatat di kami berdasarkan data BPKS, ini ada lima perusahaan asing,” kata Kamaruddin, Kamis (22/10/2026).
Dari lima perusahaan tersebut, PT Lumba-lumba Pulau Weh mencatat nilai investasi terbesar, yakni sekitar Rp29,006 miliar. Posisi berikutnya ditempati Sunset Hill Resort Sabang dengan nilai investasi sebesar Rp10,25 miliar.
Sementara itu, PT Pulau Weh Resort Selam tercatat memiliki investasi senilai Rp10 miliar. Dua perusahaan lainnya, yakni PT The Hawk Nes Resort dan PT Ruang Raya Indonesia, masing-masing juga mencatat nilai investasi sebesar Rp10 miliar.
Kamaruddin kembali menyoroti besarnya nilai investasi yang tercatat atas nama PT Lumba-lumba Pulau Weh dibandingkan perusahaan lain dalam daftar tersebut.
“PT Lumba-lumba Pulau Weh, ini dengan total investasi kurang lebih Rp29 miliar,” ujarnya saat memaparkan data perusahaan.
Secara keseluruhan, nilai investasi lima perusahaan itu mencapai Rp69.256.493.725. Angka tersebut menggambarkan nilai penanaman modal asing yang tercatat dalam pendataan PTSP BPKS, bukan angka realisasi investasi keseluruhan Kota Sabang pada periode Januari hingga Agustus 2026.
Data tersebut dapat menjadi salah satu rujukan untuk melihat perusahaan yang tercatat dalam kategori penanaman modal asing di Sabang. Namun, besaran investasi yang terdata perlu dibaca bersama informasi mengenai status kegiatan usaha dan perkembangan proyek setiap perusahaan.
Pemantauan lanjutan dibutuhkan untuk mengetahui bagaimana investasi tersebut berkembang dalam kegiatan ekonomi di lapangan. Informasi mengenai tahapan proyek, aktivitas operasional, dan kontribusi usaha dapat membantu memberikan gambaran lebih lengkap mengenai perkembangan penanaman modal asing di Kota Sabang.[DIKK]
0 Komentar