Sabang.AGN – Pengembangan usaha masyarakat di Gampong Jaboi, Kota Sabang, mendapat dukungan melalui Program Blended Finance Model (BFM) di Provinsi Aceh.
Program yang digagas melalui kerja sama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan WRI Indonesia tersebut mendampingi KUPS Serbok Jaboi dalam mengembangkan ekowisata serta usaha berbasis sumber daya lokal.
Pendampingan itu mencakup penguatan pengelolaan destinasi, peningkatan keterampilan pelayanan dan pemanduan wisata, serta pengembangan produk yang memiliki nilai tambah. Program juga memasukkan penyusunan standar operasional prosedur untuk kegiatan konservasi Pohon Asuh.
Dalam rencana pelaksanaannya, 90 hari pertama akan difokuskan pada verifikasi kebutuhan teknis dan pelaksanaan pelatihan prioritas. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan dukungan yang diberikan sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan kelompok usaha.
Kebutuhan teknis yang dibahas berkaitan dengan pengembangan kawasan ekowisata Gunung Api Jaboi, termasuk akses, fasilitas pendukung, serta peningkatan keselamatan pengunjung. Rencana penanganan juga mencakup pagar pengaman di titik rawan kawah, jembatan akses, spot foto interaktif, jalur pendakian, penyediaan air bersih, dan pembenahan fasilitas umum.
Selain pengelolaan kawasan, program pendampingan diarahkan pada peningkatan kemampuan sumber daya manusia. Keterampilan pemanduan, pelayanan pengunjung, dan pengelolaan destinasi dibutuhkan agar kegiatan wisata dapat dikelola lebih terarah sekaligus memberikan pengalaman yang baik kepada wisatawan.
Dukungan juga mencakup pengembangan produk masyarakat, antara lain sabun dan lulur berbahan dasar belerang. Pengolahan sumber daya lokal tersebut diharapkan membuka pilihan usaha selain jasa wisata dan memberikan kesempatan kepada kelompok untuk mengembangkan produk yang bisa dipasarkan.
Hall tersebut dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susetya saat ditemui acehglobalnews.id, Kamis (22/10/2026).
Menurut Harry Susetya, koordinasi lintas pihak diperlukan untuk memetakan kebutuhan, menentukan prioritas, dan memperjelas dukungan yang dapat diberikan oleh masing-masing lembaga.
Dengan tahapan yang terencana, pelaksanaan program diharapkan tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas, tetapi juga pada kemampuan kelompok dalam mengelola usaha secara berkelanjutan.
Melalui pendampingan tersebut, KUPS Serbok Jaboi diharapkan dapat memperkuat pengelolaan ekowisata sekaligus meningkatkan kapasitas usaha masyarakat.
Hasil program nantinya perlu dilihat dari tindak lanjut kebutuhan teknis, peningkatan keterampilan, serta perkembangan kegiatan usaha yang dijalankan kelompok.[DIKK]

0 Komentar