Kemenko PMK Dukung USK Kembangkan Konsep Kampus Tanggap Bencana

Foto | Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan saat melakukan kunjungan audiensi dan diskusi di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.(dok.USK untuk AGN)

Banda Aceh.AGN – Universitas Syiah Kuala (USK) mendapat dukungan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) untuk memperkuat perannya sebagai kampus yang memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Dukungan tersebut disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan, saat melakukan kunjungan ke USK dalam agenda audiensi dan diskusi terkait penanggulangan bencana, Kamis (1/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Lilik hadir bersama jajaran Kemenko PMK dan pakar. Rombongan diterima Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA, bersama Sekretaris Universitas, Kepala TDMRC USK dan Kepala Kantor Kemitraan Global.

Lilik mengatakan perguruan tinggi memiliki peran yang cukup luas dalam membangun sistem penanggulangan bencana. Peran tersebut tidak sebatas menghasilkan lulusan, tetapi juga mencakup pengembangan penelitian, inovasi, teknologi hingga peningkatan kapasitas masyarakat.

Kemenko PMK, kata dia, terus melihat perkembangan perguruan tinggi yang memiliki perhatian terhadap persoalan kebencanaan. USK termasuk salah satu kampus yang dinilai telah memiliki pengalaman dan kontribusi dalam bidang tersebut.

“Karena itu, Kemenko PMK melihat adanya ruang yang besar untuk memperkuat kolaborasi dan mendukung langkah USK menuju kampus yang semakin tangguh dan siap menghadapi berbagai risiko bencana,” ujar Lilik.

Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Heru Fahlevi, menyambut positif dukungan tersebut. Ia mengatakan kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan bagian yang terus diperkuat USK, terutama karena kampus tersebut berada di Aceh yang memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi berbagai jenis bencana.

Pengalaman gempa bumi dan tsunami yang pernah melanda Aceh dinilai memberikan pembelajaran penting bagi pengembangan pengetahuan kebencanaan. Pengalaman tersebut kemudian dapat dikembangkan melalui kegiatan akademik dan penelitian sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan di lingkungan kampus, tetapi juga dapat dibagikan kepada masyarakat.

“Kontribusi besar USK untuk dunia adalah ilmu kebencanaan ini. Aceh dengan pengalaman konflik dan tsunaminya adalah pengalaman berharga bagi USK terhadap ilmu kebencanaan ini,” kata Prof. Heru.

Menurutnya, dukungan dari Kemenko PMK membuka peluang bagi USK untuk semakin memperluas peran sebagai pusat pengetahuan mengenai kebencanaan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat berbagai upaya yang selama ini telah dilakukan USK dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan dan peningkatan kapasitas menghadapi bencana.

Konsep Kampus Tanggap Bencana atau Resilience University juga diharapkan tidak hanya menjadi upaya membangun ketahanan di lingkungan USK. Pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki dapat menjadi pembelajaran bagi perguruan tinggi lain dalam mengembangkan sistem kesiapsiagaan bencana sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Pertemuan Kemenko PMK dan USK tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan membuka peluang kerja sama dalam pengembangan ekosistem kebencanaan. Dengan pengalaman Aceh dan kapasitas akademik yang dimiliki, USK terus diarahkan untuk berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan serta praktik penanggulangan bencana di Indonesia.[DIKK]

0 Komentar