Foto | Cabai merah, cabai rawit dan udang basah menjadi tiga komoditas yang dipantau setelah mengalami kenaikan selama dua pekan berturut-turut.(dok.AGN)
Sabang.AGN – Meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk pelaksanaan kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW disebut ikut mendorong kenaikan harga sejumlah bahan pangan di Kota Sabang.
Tingginya permintaan selama momentum Maulid membuat beberapa komoditas mengalami pergerakan harga. Kondisi tersebut kini menjadi perhatian Pemerintah Kota Sabang melalui pemantauan harga di pasar.
Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kota Sabang, Toibah Rusli, S.Kom., mengatakan momentum Maulid turut memengaruhi kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan yang digunakan dalam pelaksanaan kenduri.
“Dikarenakan bulan Maulid Nabi, makanya banyak harga yang tinggi,” kata Toibah, Senin (5/10/2026).
Berdasarkan materi Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Kementerian Dalam Negeri pada 5 Oktober 2026, terdapat tiga komoditas yang mengalami kenaikan harga selama dua minggu berturut-turut di Kota Sabang.
Ketiga komoditas tersebut yakni cabai merah, udang basah dan cabai rawit. Pada periode yang sama, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kota Sabang pada Minggu I Oktober 2026 tercatat sebesar 0,38 persen.
Menurut Toibah, kondisi tersebut masih perlu dilihat perkembangannya setelah kebutuhan masyarakat untuk pelaksanaan kenduri Maulid mulai berkurang.
Pemerintah daerah akan membandingkan kondisi harga sebelum dan setelah momentum Maulid untuk melihat apakah kenaikan tersebut hanya dipengaruhi peningkatan permintaan sementara atau masih berlanjut karena faktor lainnya.
“Setelah Maulid ini kita lihat lagi perkembangannya. Kita pantau harga di pasar, apakah masih tinggi atau sudah mulai turun,” ujarnya.
Pemantauan tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi pasokan sekaligus perkembangan harga sejumlah komoditas setelah aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan perayaan Maulid kembali normal.
Bagi pemerintah daerah, perkembangan harga setelah momentum Maulid menjadi penting untuk melihat apakah tekanan harga mulai mereda seiring menurunnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan untuk kenduri.
Toibah mengatakan pemantauan harga akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan di Kota Sabang. Pergerakan harga menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pemerintah dalam melihat kondisi ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kota Sabang selanjutnya akan melihat perkembangan harga cabai merah, cabai rawit dan udang basah di pasar. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memastikan kenaikan harga tidak berlangsung dalam waktu yang panjang.[DIKK]
0 Komentar