![]() |
| Foto | Ilustrasi KMP Batumandi mengalami kebakaran di perairan sekitar Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026) sore.(dok.kreasi AI AGN) |
Cilegon.AGN – Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batumandi mengalami kebakaran ketika berlayar menuju Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (20/10/2026) sore.
Insiden yang terjadi saat kapal mendekati kawasan dermaga tersebut menyebabkan ratusan penumpang harus dievakuasi, sementara penyebab munculnya api masih dalam penyelidikan.
Berdasarkan informasi awal dari otoritas pelabuhan, tanda kebakaran terdeteksi sekitar pukul 16.15 WIB ketika kapal berada di alur masuk penyeberangan Merak, tepatnya di sekitar Pulau Merak Besar. Saat itu, KMP Batumandi tengah menyelesaikan perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Merak.
Percikan api dilaporkan muncul di bagian buritan kapal, tepatnya pada dek atas yang digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil. Api kemudian memicu situasi darurat sehingga petugas gabungan bergerak untuk membantu penanganan dan memindahkan penumpang dari kapal yang terbakar.
Data manifes yang disampaikan Polda Banten mencatat terdapat 420 penumpang di dalam kapal tersebut. Mereka terdiri atas 393 orang yang berada di dalam kendaraan dan 27 penumpang pejalan kaki. Selain penumpang, kapal juga mengangkut 89 unit kendaraan.
Proses penyelamatan melibatkan unsur pelabuhan, petugas keselamatan pelayaran, dan tim SAR bersama armada kapal yang berada di sekitar lokasi. KMP Royce 1 turut membantu proses evakuasi. Berdasarkan informasi Kementerian Perhubungan, pada pukul 16.56 WIB seluruh penumpang dan awak kapal telah dipindahkan ke kapal tersebut.
Polda Banten menyatakan seluruh penumpang berhasil dievakuasi dan tidak ada korban meninggal dunia. Meski demikian, sejumlah orang membutuhkan penanganan medis setelah kejadian. Gubernur Banten Andra Soni menyebut sebanyak 16 orang sempat memperoleh perawatan, terdiri atas 11 orang di Puskesmas Pulomerak dan lima orang di Rumah Sakit Krakatau Medika.
Di tengah proses evakuasi, bantuan juga datang dari masyarakat pesisir. Gubernur Banten mengapresiasi nelayan dan warga sekitar Merak yang turut membantu penyelamatan penumpang, termasuk bayi dan anak-anak. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya mengamankan penumpang dalam situasi darurat.
Sementara itu, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyampaikan bahwa insiden tersebut masih didalami oleh pihak berwenang. ASDP menyatakan akan mengikuti proses pemeriksaan dan menyampaikan perkembangan berdasarkan hasil verifikasi di lapangan.
Polri melalui Korps Kepolisian Perairan juga akan membantu penyelidikan untuk mengetahui apakah insiden tersebut dipicu faktor teknis atau nonteknis. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi turut meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memeriksa aspek teknis maupun nonteknis guna mengungkap penyebab kejadian.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan sumber api dan rangkaian peristiwa yang menyebabkan kapal terbakar. Hingga informasi terakhir yang dilaporkan pada Rabu (21/10/2026), otoritas terkait masih melakukan pendalaman terhadap insiden tersebut.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat di jalur penyeberangan. Selain memastikan keselamatan penumpang dan awak kapal, hasil penyelidikan diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kebakaran serta menjadi bahan evaluasi keselamatan pelayaran.[DIKK]

0 Komentar