Kadispar Sabang Dorong Produk KUPS Serbok Jaboi Masuk Pasar Hotel dan Homestay

Foto | KUPS Serbok Jaboi mengembangkan sabun belerang dan Teh sarang semut  dengan memanfaatkan bahan baku dari kawasan Gunung Api Jaboi sebagai bagian dari usaha masyarakat.(dok.kreasi AI AGN)

Sabang.AGN – Produk olahan berbahan dasar potensi alam Gunung Api Jaboi menjadi salah satu peluang usaha yang dikembangkan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Serbok Jaboi di Kota Sabang. 

Produk seperti sabun belerang dan teh sarang semut kini didorong agar memiliki jangkauan pemasaran lebih luas melalui peningkatan kualitas, pengemasan, dan promosi.

Pengembangan usaha tersebut menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Wali Kota Sabang yang turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susetya, S.T., M.T. 

Pembahasan diarahkan pada penguatan usaha masyarakat agar produk lokal tidak hanya diproduksi, tetapi juga mampu menjangkau konsumen dan memiliki peluang pasar yang berkelanjutan.

Harry juga mengatakan, pentingnya dukungan terhadap kualitas produk dan pemenuhan persyaratan yang diperlukan sebelum dipasarkan. Menurutnya, promosi juga perlu diperkuat agar produk yang dihasilkan masyarakat semakin dikenal.

“Produk yang dihasilkan masyarakat harus kita bantu agar semakin berkualitas, memiliki legalitas yang diperlukan, dan dikenal pasar. Kita juga perlu memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. 

Potensi pasar di Sabang sendiri masih terbuka, sehingga ini harus menjadi peluang bagi KUPS untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” tambahnya, Kamis (22/10/2026).

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gampong Jaboi, Hidayatullah, menjelaskan bahwa sabun belerang yang diproduksi KUPS Serbok Jaboi memanfaatkan belerang dari kawasan Gunung Api Jaboi sebagai bahan baku. Produk tersebut menjadi salah satu bentuk pengolahan potensi lokal menjadi barang yang dapat ditawarkan kepada konsumen.

Selain sabun belerang, kelompok itu mengembangkan teh sarang semut yang bahan bakunya diperoleh dari kawasan Gunung Api Jaboi. Hidayatullah menerangkan, bahan tersebut diolah melalui beberapa tahapan, mulai dari pemotongan dan pembersihan, kemudian dikeringkan, dihaluskan menjadi bubuk, hingga dimasukkan ke dalam kantong teh.

Dengan bentuk kemasan tersebut, produk dapat diseduh menggunakan air untuk dikonsumsi. Pengolahan menjadi kantong teh merupakan salah satu upaya kelompok untuk membuat produk lebih praktis digunakan oleh konsumen.

Untuk memperluas pemasaran, hotel dan homestay di Kota Sabang dinilai dapat menjadi salah satu segmen pasar yang berpotensi dijajaki. Namun, upaya tersebut perlu disertai kesiapan produksi, konsistensi kualitas, harga yang sesuai, ketersediaan pasokan, serta pemenuhan ketentuan yang diminta calon pembeli.

Pengembangan produk KUPS Serbok Jaboi juga mendapat dukungan melalui Program Blended Finance Model (BFM) di Provinsi Aceh yang digagas melalui kerja sama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan WRI Indonesia. Pendampingan program mencakup pengembangan produk berbahan dasar belerang, termasuk sabun dan lulur, sebagai bagian dari penguatan usaha masyarakat.

Di sisi pemasaran, pemanfaatan media sosial dapat membantu memperkenalkan produk kepada calon konsumen yang lebih luas. Informasi mengenai bahan, proses produksi, cara penggunaan, dan identitas kelompok usaha juga dapat disampaikan melalui promosi yang jelas dan menarik.

Meski memiliki potensi untuk dikembangkan, setiap produk tetap perlu memperhatikan standar mutu dan persyaratan yang berlaku sesuai kategorinya. Untuk produk yang digunakan pada kulit maupun produk yang dikonsumsi, aspek keamanan, perizinan, dan ketentuan terkait perlu dipastikan sebelum pemasaran diperluas.

Pengembangan sabun belerang dan teh sarang semut diharapkan dapat menambah pilihan usaha masyarakat Gampong Jaboi di luar kegiatan pariwisata. Dengan penguatan produksi, kualitas, dan jaringan pemasaran, KUPS Serbok Jaboi berpeluang memperluas usaha berbasis sumber daya lokal sekaligus membuka kesempatan peningkatan pendapatan warga.[PIM]

0 Komentar