Gayo Lues.AGN – Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues ditargetkan sudah bisa ditempati paling lambat Desember 2026. Namun, warga masih menaruh perhatian pada kecepatan pengerjaan proyek, terutama karena keterbatasan alat berat dan persoalan ganti rugi lahan yang belum tuntas.
Target tersebut disampaikan Koordinator Wilayah Aceh II Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Brigjen TNI (Mar) Dr. Guslin, saat meninjau pembangunan huntap di Gayo 2, Desa Remukut Tetinggi, Kecamatan Pantan, Kamis (22/10/2026).
Dalam kunjungan itu, Guslin didampingi tim pendamping, perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Plt Sekretaris Daerah Gayo Lues Irwansyah, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Gayo Lues, Jakaria, ST. Pembangunan di lokasi tersebut dikerjakan oleh PT Citra Prasasti Konsorindo.
Di hadapan masyarakat, Guslin meminta warga tetap bersabar selama proses pembangunan berlangsung. Ia menyampaikan keyakinan bahwa hunian yang dinantikan para penyintas dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Kepada seluruh warga yang menantikan hunian baru ini, saya mohon kesabaran dan kepercayaannya. Insyaallah, pembangunan Huntap ini akan siap ditempati paling lambat pada bulan Desember 2026,” ujarnya.
Meski demikian, Mahmud, mantan Kepala Desa Remukut Tetinggi, menilai percepatan pekerjaan perlu mendapat perhatian serius. Ia menyebutkan, saat peninjauan berlangsung, hanya satu unit ekskavator yang beroperasi di lokasi pembangunan. Menurutnya, penambahan alat berat diperlukan agar pekerjaan dapat berjalan lebih cepat.
Mahmud juga mengungkapkan masih adanya persoalan pembayaran ganti rugi kepada sejumlah pemilik lahan yang digunakan untuk pembangunan huntap. Ia berharap pemerintah daerah segera menuntaskan kewajiban tersebut agar tidak menimbulkan hambatan pada tahapan pembangunan berikutnya.
Di luar pembangunan perumahan, rombongan Satgas PRR turut meninjau penanganan kerusakan di KM 30 Desa Pers Pungke dan kawasan Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung. Pada salah satu titik, terdapat jalur longsor sepanjang sekitar 300 meter dengan ketinggian tebing mencapai 100 meter. Penanganan di lokasi tersebut dilaksanakan oleh PT HK.
Pembangunan huntap Gayo Lues merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera periode 2026–2028. Selain mengejar penyelesaian sesuai jadwal, program ini juga menekankan kualitas bangunan, keamanan lokasi dari risiko bencana, serta ketersediaan infrastruktur dasar agar rumah yang dibangun benar-benar layak dihuni.
Mahmud menyampaikan apresiasi atas bantuan yang telah diberikan pemerintah sejak bencana terjadi, mulai dari bantuan kebutuhan pokok, dana tunggu, hingga penyediaan hunian sementara dan pembangunan hunian tetap. Namun, ia berharap kendala di lapangan segera ditangani sehingga warga dapat menempati rumah permanen tanpa harus menunggu lebih lama.[DIRMAN]

0 Komentar