
Foto | Agrowisata buah naga menjadi salah satu potensi yang diarahkan untuk melengkapi pengalaman wisata edukasi di Gampong Jaboi, Kota Sabang.(dok.Pokdarwis Jaboi untuk AGN)
Sabang.AGN – Pengembangan wisata di Gampong Jaboi, Kota Sabang, diarahkan tidak hanya mengandalkan panorama alam, tetapi juga menawarkan pengalaman belajar bagi pengunjung.
Salah satu gagasan yang dibahas pemerintah daerah ialah memadukan ekowisata Gunung Api Jaboi dengan kegiatan agrowisata buah naga.
Konsep tersebut menjadi bagian dari pembahasan pengembangan KUPS Serbok Jaboi dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Wali Kota Sabang, Suradji Junus, di ruang rapat Kantor Wali Kota Sabang pada Rabu (21/10) kemarin.
Suradji menilai pengembangan destinasi perlu memberikan nilai tambah bagi wisatawan dan masyarakat. Melalui kegiatan edukasi, pengunjung diharapkan tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga memperoleh pengalaman baru selama berada di kawasan tersebut.
“Kita ingin wisata di Sabang memiliki nilai tambah, bukan hanya tempat untuk berkunjung, tetapi juga menjadi sarana edukasi. Misalnya, pengunjung bisa belajar langsung proses budidaya buah naga dari awal sampai panen. Potensi yang ada harus dikembangkan secara kreatif agar memberikan pengalaman menarik sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).
Agrowisata buah naga menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran langsung. Pengunjung dapat diperkenalkan pada tahapan budidaya, mulai dari pemilihan bibit, penanaman, perawatan tanaman, hingga proses panen.
Kegiatan tersebut dapat melengkapi pengalaman wisata alam yang sudah ditawarkan kawasan Jaboi. Dengan pilihan aktivitas yang lebih bervariasi, kawasan ini berpeluang dikembangkan sebagai destinasi yang memadukan rekreasi, pengetahuan, dan pengenalan terhadap kegiatan produktif masyarakat.
Pengembangan konsep itu juga berkaitan dengan aktivitas lain yang dikelola KUPS Serbok Jaboi, termasuk ekowisata kawasan gunung api dan kolam air panas Dragon Park Jaboi. Ragam kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari paket kunjungan yang disusun sesuai potensi dan kesiapan masing-masing lokasi.
Agar konsep wisata edukasi dapat berjalan, pengelola membutuhkan dukungan dalam pengaturan kegiatan, pelayanan pengunjung, serta penyediaan informasi yang mudah dipahami. Pelatihan pengelolaan destinasi dan kemampuan pemanduan wisata juga termasuk dalam lingkup pendampingan yang direncanakan bagi KUPS Serbok Jaboi.
Selain aktivitas wisata, pembenahan fasilitas dasar dan akses kawasan tetap diperlukan agar pengalaman pengunjung didukung lingkungan yang aman dan nyaman. Pengembangan juga perlu memperhatikan kelestarian alam sehingga kegiatan wisata tidak mengabaikan aspek konservasi.
Pemko Sabang berharap pengembangan wisata berbasis edukasi dapat memperkaya pilihan destinasi di Jaboi sekaligus menciptakan peluang usaha bagi warga. Melalui pengelolaan yang terarah, potensi alam dan kegiatan produktif masyarakat diharapkan dapat saling mendukung dalam pengembangan pariwisata setempat.[PIM]
0 Komentar