Ekspedisi Rupiah Berdaulat Jangkau Sabang, Nuri Farisal Soroti Pentingnya Layanan Uang di Kepulauan

Foto | Ketua TP-PKK Kota Sabang Nuri Farisal menghadiri kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 yang digelar Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut di Aula Pulau Weh, Kantor Wali Kota Sabang, Jumat (30/10).(dok.AGN)

Sabang.AGN – Ketersediaan uang Rupiah yang layak edar menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat di wilayah kepulauan, termasuk Kota Sabang. Selain mendukung aktivitas perdagangan dan pariwisata, kemudahan memperoleh layanan penukaran uang juga berperan dalam menunjang kegiatan ekonomi masyarakat sehari-hari.

Hal tersebut mendapat perhatian Ketua TP-PKK Kota Sabang, Nuri Farisal, saat menghadiri kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut di Aula Pulau Weh, Kantor Wali Kota Sabang, Jumat (30/10/2026).

Nuri menyambut positif pelaksanaan ekspedisi tersebut karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran layanan penukaran uang yang disertai edukasi mengenai mata uang nasional diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga dan menggunakan Rupiah dengan baik.

“Bagi Sabang sebagai daerah kepulauan, ketersediaan uang Rupiah dan kemudahan layanan penukaran tentu sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat, baik di sektor pariwisata, perdagangan, maupun UMKM. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat, mulai dari generasi muda, pelajar, pelaku UMKM, hingga masyarakat di gampong,” ujar Nuri Farisal.

Menurutnya, kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat memiliki nilai lebih karena tidak sebatas menghadirkan pelayanan penukaran uang. Program tersebut sekaligus menjadi sarana meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai Rupiah sebagai identitas nasional dan salah satu simbol kedaulatan negara.

Melalui sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, masyarakat diajak mengenali nilai mata uang nasional, memahami penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, serta memperlakukan uang dengan cara yang benar agar kualitasnya tetap terjaga.

“Karena itu, sudah sepatutnya kita memiliki rasa cinta, kebanggaan, dan pemahaman yang baik terhadap uang Rupiah. Masyarakat tidak hanya perlu mengenal Rupiah, tetapi juga harus mampu merawat, menggunakan, dan memperlakukannya dengan baik,” kata Nuri.

Ia turut mengingatkan pentingnya membiasakan prinsip 5J dalam merawat uang Rupiah. Prinsip tersebut meliputi jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibasahi.

Menurut Nuri, kebiasaan sederhana dalam menjaga kondisi uang merupakan bagian dari sikap menghargai mata uang nasional. Dengan perawatan yang baik, uang Rupiah dapat tetap berada dalam kondisi layak digunakan untuk berbagai kebutuhan transaksi.

Sementara itu, Pemimpin Rombongan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Nampati Y. Ginting, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia memperluas jangkauan layanan uang Rupiah kepada masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.

Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia membawa tiga misi utama, yaitu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Rupiah, menyediakan layanan penukaran uang, serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengganti uang rusak atau tidak layak edar.

“Melalui ekspedisi ini, kami ingin mengajak masyarakat semakin mencintai Rupiah sekaligus menghadirkan layanan penukaran uang, baik untuk mendapatkan pecahan baru maupun menukarkan uang yang sudah rusak atau tidak layak edar,” jelas Nampati.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TNI Angkatan Laut atas dukungan dalam pelaksanaan ekspedisi tersebut. Kerja sama kedua lembaga menjadi bagian penting dalam menjangkau wilayah kepulauan yang menjadi tujuan kegiatan.

“Kami berterima kasih kepada TNI Angkatan Laut atas dukungan dan kerja sama yang telah diberikan sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 dijadwalkan berlangsung sejak 27 Oktober hingga 1 November 2026 dengan mengusung tema “Dari Belawan ke Pulau Sabang, Rupiah Terjaga Negara Berdaulat”.

Perjalanan ekspedisi tersebut mencakup sejumlah wilayah kepulauan, mulai dari Pulau Sembilan, Pulau Kampai, Pulau Pusong, hingga Pulau Sabang. Kegiatan ini diarahkan untuk mendukung ketersediaan uang, kelancaran distribusi, dan terjaganya kualitas Rupiah yang beredar di masyarakat.

Selain mengikuti kegiatan sosialisasi, Nuri Farisal bersama Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam turut mengunjungi Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bung Karno-369 yang sedang bersandar di Dermaga Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Sabang.

Kedatangan rombongan disambut Komandan KRI Bung Karno-369, Letkol Laut (P) Febi Awal Romansyah. Dalam kesempatan tersebut, komandan kapal memandu rombongan untuk melihat fasilitas serta mengenal sejumlah aktivitas yang berlangsung di atas kapal perang tersebut.

Kunjungan itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Sabang yang memperlihatkan kerja sama Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat kepulauan.

Melalui pelaksanaan ekspedisi ini, diharapkan edukasi mengenai Rupiah semakin menjangkau berbagai kelompok masyarakat, sementara akses terhadap layanan penukaran uang dapat terus diperluas untuk menunjang kebutuhan transaksi dan aktivitas perekonomian di wilayah kepulauan.[PIM]

0 Komentar