
Foto | Pimpinan DPRK Sabang bersilaturahmi dengan Kapolres Sabang AKBP H. Ahmad Faisal Pasaribu bersama jajaran di Mapolres Sabang, Selasa (6/10/2026).(dok.Humas Polres Sabang untuk AGN)
Sabang.AGN – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang melakukan pertemuan dengan jajaran Polres Sabang di Markas Polres Sabang, Selasa (6/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membicarakan sejumlah hal yang berkaitan dengan keamanan dan arah pengembangan Kota Sabang.
Rombongan DPRK Sabang diterima langsung Kapolres Sabang AKBP H. Ahmad Faisal Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran. Dalam suasana silaturahmi, kedua pihak membahas pentingnya komunikasi lintas lembaga agar berbagai agenda pembangunan dan penataan Kota Sabang dapat berjalan secara selaras.
Ketua DPRK Sabang Magdalaina mengatakan, hubungan antara lembaga legislatif dengan kepolisian perlu terus dijaga melalui komunikasi yang terbuka. Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk menciptakan kondisi daerah yang aman sekaligus mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan.
“Silaturahmi ini bagian dari upaya kita memperkuat komunikasi dan sinergi dengan Polres Sabang,” kata Magdalaina.
Selain persoalan keamanan, pertemuan itu juga berkembang pada pembahasan mengenai masa depan pengembangan wilayah Sabang. Salah satu isu yang kembali mengemuka adalah wacana penggabungan wilayah Pulau Aceh ke dalam administrasi Kota Sabang, dengan harapan Sabang dapat dikembangkan sebagai sebuah kota kepulauan.
Wakil Ketua DPRK Sabang Albina Arrahman menyebut gagasan tersebut memiliki keterkaitan dengan cakupan wilayah kerja Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), yang selama ini juga mencakup kawasan hingga Pulau Aceh. Ia mengatakan, gagasan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Pulau Aceh maupun sejumlah pihak di Aceh Besar.
“Saudara dan rekan-rekan Aceh Besar dukung dan penduduk Pulo Aceh sangat mendukung. Agar sinkron dengan BPKS yang lingkup kerjanya hingga ke Pulo Aceh,” ujar Albina.
Menurut Albina, pembicaraan mengenai perubahan cakupan wilayah tersebut bukan hal yang baru. Wacana itu telah muncul sejak masa awal pengembangan Sabang sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas pada era 2000-an. Penataan wilayah dinilai menjadi salah satu bagian yang perlu dipertimbangkan untuk mengoptimalkan peran Sabang sebagai kawasan strategis.
“Wacana ini sebenarnya sudah lama, sejak awal-awal Freeport Sabang tahun 2000-an. Tujuannya agar aktivitas pelabuhan bebas Sabang bisa lebih maksimal,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, rencana pemindahan Markas Polres Sabang juga menjadi bagian dari pembahasan. Lokasi yang diwacanakan berada di kawasan Newtown Cot Abeuk Bypass. Pemindahan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih memadai bagi kepolisian dalam menjalankan tugas sekaligus mendukung penataan kawasan perkotaan.
Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Ketua II DPRK Sabang Indra Nasution dan Sekretaris DPRK Sabang Lutfi Muhammad Jamil. Sementara dari Polres Sabang turut hadir Wakapolres Kompol Teuku Muhammad, S.H., bersama sejumlah pejabat utama dan perwira Polres Sabang.[DIKK]
0 Komentar