
Foto | Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susetya, menyampaikan target kunjungan wisatawan serta strategi pengembangan pariwisata Sabang pada 2026.(dok.AGN)
Sabang.AGN – Pemerintah Kota Sabang menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 300 ribu hingga 500 ribu sepanjang 2026.
Untuk mengejar sasaran tersebut, Dinas Pariwisata terus membenahi destinasi dan fasilitas pendukung sekaligus mengembangkan pilihan aktivitas agar wisatawan betah tinggal lebih lama.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susetya, S.T., M.T., mengatakan pengembangan sektor pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan daya tarik destinasi. Pembenahan juga perlu mencakup sarana dan prasarana, manajemen pengelolaan, serta strategi promosi agar potensi wisata daerah dapat dimanfaatkan secara maksimal.
"Target kita adalah kunjungan wisatawan bertambah di tahun ini. Tapi saya yakin insya Allah tahun ini kunjungan wisatawan bisa tembus sekitar 300-500 ribu kunjungan wisatawan," kata Harry, Rabu (21/10/2026).
Selain mengejar peningkatan jumlah pengunjung, Dispar Sabang turut memberi perhatian pada durasi kunjungan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara. Pemerintah daerah menargetkan turis asing dapat menetap setidaknya selama satu minggu, dengan peluang memperpanjang masa tinggal hingga satu bulan.
Harry menyebutkan, kunjungan wisatawan mancanegara saat ini relatif stabil, berkisar 300 hingga 600 orang setiap akhir pekan. Namun, mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan melalui pengembangan produk wisata yang lebih beragam.
"Yang satu bulan ini yang menjadi PR kita," ujarnya.
Untuk mendukung target tersebut, Dinas Pariwisata berupaya menghubungkan berbagai jenis aktivitas wisata dalam satu rangkaian perjalanan. Wisata bahari yang selama ini menjadi salah satu daya tarik Sabang diharapkan dapat dilengkapi dengan agrowisata, tur keliling kota atau city tour, wisata kuliner, serta kegiatan olahraga.
Dengan pilihan aktivitas yang lebih banyak, wisatawan dapat mengisi waktu kunjungan tanpa hanya berfokus pada satu destinasi. Mereka bisa menjelajahi kawasan wisata alam, menikmati makanan lokal, mengunjungi sejumlah lokasi di perkotaan, hingga mengikuti kegiatan lain sesuai minat.
Harry menilai pengembangan fasilitas pendukung juga berpotensi membantu memperpanjang masa tinggal pengunjung. Ia menyinggung pentingnya menghidupkan berbagai sektor, termasuk layanan kesehatan, fasilitas olahraga, dan agrowisata, agar wisatawan mempunyai lebih banyak alasan untuk berada di Sabang.
"Kalau memang nanti rumah sakit kita hidup, gor-nya kita hidup, kemudian agrowisatanya kita hidup, jadi long stay-nya itu lebih lama lagi," kata Harry.
Pembenahan tersebut diharapkan bisa membuat pengalaman berwisata di Sabang semakin beragam. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati panorama laut, tetapi juga memiliki pilihan kegiatan lain selama berada di pulau paling barat Indonesia itu.
Dispar Sabang berharap kombinasi promosi, perbaikan fasilitas, dan pengembangan atraksi mampu mendukung pencapaian target kunjungan 2026. Pada saat yang sama, peningkatan lama tinggal wisatawan diharapkan memberi dampak lebih luas terhadap kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk pelaku usaha kuliner, transportasi, akomodasi, dan sektor jasa pariwisata lainnya.[DIKK]
0 Komentar