Dishub Aceh Kaji Tiga Lokasi Pelabuhan Penyeberangan di Pulo Breuh

Foto | Tiga lokasi alternatif, yakni Lapeng, Rinon, dan Ujong Peuneung di Gampong Meulingge, dikaji untuk rencana pembangunan pelabuhan penyeberangan Pulo Breuh.(dok.AGN)

Aceh Besar.AGN – Rencana pembangunan pelabuhan penyeberangan di Pulo Breuh, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, masih dalam tahap kajian. 

Dinas Perhubungan Aceh sedang menelaah tiga lokasi alternatif sebelum menentukan titik yang paling sesuai untuk mendukung kebutuhan transportasi masyarakat kepulauan.

Ketiga lokasi yang menjadi bahan kajian berada di Lapeng, Rinon, dan Ujong Peuneung, Gampong Meulingge. Setiap alternatif akan dinilai berdasarkan sejumlah aspek agar pelabuhan yang dibangun nantinya dapat berfungsi secara efektif dan sesuai dengan kondisi wilayah.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal, mengatakan pembangunan fasilitas penyeberangan tersebut dibutuhkan untuk meningkatkan akses masyarakat Pulo Breuh. Selama ini, keterbatasan transportasi laut menjadi salah satu kendala yang dihadapi warga dalam menjangkau wilayah lain.

“Pulo Aceh ini sebenarnya dekat, tetapi terasa jauh karena aksesnya. Kita ingin pembangunan pelabuhan ini benar-benar bisa menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Faisal dalam Focus Group Discussion (FGD) Studi Kelayakan Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Pulo Breuh di Banda Aceh, Senin (19/10/2026).

Menurut Faisal, pemilihan lokasi tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan pertimbangan jarak atau kemudahan pembangunan. Kajian perlu mencakup kondisi teknis perairan, karakteristik gelombang dan angin, keberadaan terumbu karang, potensi sedimentasi, hingga ketersediaan akses jalan menuju kawasan pelabuhan.

Aspek ekonomi, lingkungan, keselamatan, aksesibilitas, serta kelayakan operasional juga menjadi pertimbangan dalam proses penilaian. Berbagai faktor tersebut diperlukan untuk memastikan lokasi terpilih mampu menunjang pelayanan penyeberangan dalam jangka panjang.

Dishub Aceh masih membuka ruang bagi masukan dari berbagai pihak selama proses kajian berlangsung. Masukan tersebut diharapkan membantu mengidentifikasi potensi kendala sejak tahap perencanaan, sehingga risiko persoalan setelah pembangunan dapat ditekan.

“Kita berharap semua pihak memberikan masukan. Jangan sampai lokasi sudah ditetapkan, tetapi kemudian ada persoalan yang membuat pelabuhan tidak efektif. Kita ingin dokumen perencanaannya matang dan pembangunan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Pulo Breuh,” ujarnya.

Hasil kajian kelayakan akan menjadi bagian penting dalam menentukan lokasi yang paling sesuai dari tiga alternatif tersebut. Dengan perencanaan yang matang, pembangunan pelabuhan diharapkan tidak hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga memperbaiki konektivitas dan memudahkan mobilitas masyarakat Pulo Breuh.

Upaya ini menjadi bagian dari pengembangan transportasi laut untuk wilayah kepulauan Aceh Besar. Pelabuhan yang direncanakan diharapkan dapat menjawab kebutuhan warga dengan tetap memperhatikan keselamatan, kondisi lingkungan, serta keberlanjutan operasionalnya.[CSA]

0 Komentar