BPMA dan Conrad Asia Bahas Status Eksplorasi Migas Meulaboh dan Singkil

 

Foto | Kepala BPMA, Mawardi Nur, S.E., didampingi Deputi Perencanaan dan tim, membuka Workshop Penentuan Status Eksplorasi Struktur Meulaboh dan Singkil bersama Conrad Asia Ltd.(dok.Humas BPMA untuk AGN)

Banda Aceh – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mulai mendorong evaluasi lanjutan terhadap potensi minyak dan gas bumi di wilayah lepas pantai barat Aceh melalui pembahasan status eksplorasi Struktur Meulaboh dan Singkil bersama Conrad Asia Ltd di Jakarta pada 15–16 Oktober 2026.

Pembahasan tersebut dilakukan dalam Workshop Penentuan Status Eksplorasi (PSE) yang dibuka Kepala BPMA, Mawardi Nur, S.E., didampingi Deputi Perencanaan beserta tim. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan arah tindak lanjut terhadap potensi sumber daya migas di kedua struktur tersebut.

Melalui workshop itu, BPMA dan Conrad Asia Ltd. membahas proses evaluasi yang diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah berikutnya. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan aspek teknis serta keekonomian agar peluang pengembangan migas dapat dikaji secara terukur.

Evaluasi status eksplorasi menjadi tahapan penting untuk melihat peluang tindak lanjut suatu potensi migas. Hasil kajian diharapkan membantu memberikan gambaran mengenai langkah yang perlu dipersiapkan sebelum proses pengembangan dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku.

BPMA menilai, potensi migas di kawasan lepas pantai barat Aceh perlu dikaji secara terarah agar setiap peluang yang tersedia dapat ditindaklanjuti secara optimal. Karena itu, pembahasan mengenai Struktur Meulaboh dan Singkil diarahkan untuk menghasilkan landasan awal bagi perumusan langkah lanjutan yang realistis.

Kepala BPMA, Mawardi Nur, bersama jajaran terkait juga menegaskan komitmen lembaga tersebut untuk mengawal proses evaluasi dan persiapan pengembangan potensi migas di Aceh. Upaya ini diharapkan dapat memastikan setiap tahapan berjalan sesuai ketentuan, dengan memperhatikan pertimbangan teknis dan kelayakan ekonomi, kata Kepala BPMA Minggu (18/10/2026).

Melalui kegiatan tersebut, BPMA berharap kajian terhadap Struktur Meulaboh dan Singkil dapat berlanjut pada tindak lanjut yang jelas dan terukur. Pengelolaan peluang sumber daya migas secara tepat diharapkan membuka ruang bagi pengembangan sektor energi yang berpotensi memberikan manfaat bagi Aceh.[CSA]

0 Komentar