Baitul Mal Sabang Segera Salurkan Zakat Rp1,5 Miliar untuk Penerima

Foto | Kantor Baitul Mal Kota Sabang mendorong pelaku usaha meningkatkan penyaluran zakat melalui lembaga tersebut.(dok.AGN)

Sabang.AGN – Baitul Mal Kota Sabang bersiap menyalurkan zakat sekitar Rp1,5 miliar kepada masyarakat yang telah masuk dalam data penerima. Penyaluran tersebut direncanakan berlangsung pada awal Oktober 2026.

Plt Baitul Mal Kota Sabang, Mawardi S. TR, mengatakan proses penyaluran dapat segera dilakukan karena data penerima telah tersedia. Kondisi ini berbeda dengan bantuan pendidikan santri yang saat ini masih dalam tahap penerimaan dan pemeriksaan berkas.

Kelompok masyarakat miskin menjadi salah satu penerima terbesar dalam penyaluran tersebut dengan jumlah lebih dari 1.500 orang. Selain itu, terdapat sekitar 350 penerima dari kelompok fakir dan sekitar 475 penerima dari senif fisabilillah.

Dengan komposisi tersebut, jumlah penerima zakat diperkirakan mencapai hampir 2.000 orang lebih. Besaran dana yang disalurkan menjadi bagian dari program penyaluran ZIS Baitul Mal Kota Sabang tahun 2026.

“Kalau zakat kita langsung salurkan karena datanya sudah ada dari awal. Namun terkait dengan bantuan beasiswa belum bisa kita salurkan karena kita masih menerima berkas,” kata Mawardi.

Sebelum penyaluran dilakukan, Baitul Mal telah melakukan tahapan pendataan dan verifikasi terhadap calon penerima. Pada Agustus 2026, verifikasi data fakir dan miskin dilakukan sebagai bagian dari persiapan penyaluran zakat.

Selain itu, Dewan Pengawas Baitul Mal Kota Sabang pada September turut menyetujui rencana peruntukan dan penyaluran zakat tahun 2026. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses sebelum dana diberikan kepada para mustahik.

Di sisi lain, Baitul Mal juga ingin memperluas sumber penghimpunan zakat di Kota Sabang. Mawardi menyebut pelaku usaha di daerah tersebut diharapkan semakin banyak menyalurkan zakat melalui Baitul Mal.

Selama ini, penerimaan zakat dan infak antara lain berasal dari BNS, pelaku usaha serta instansi vertikal yang berada di Sabang. Menurut Mawardi, yang masih perlu diperkuat bukan persoalan teknis pengumpulan, melainkan sosialisasi mengenai zakat, infak dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola.

Baitul Mal berencana meningkatkan sosialisasi kepada para pelaku usaha. Bahkan, apabila memungkinkan, sejumlah pelaku usaha akan diundang pada akhir tahun untuk memperoleh penjelasan mengenai zakat dan mekanisme penyalurannya.

Mawardi berharap pelaku usaha dapat memilih Baitul Mal Kota Sabang sebagai lembaga penyaluran zakat. Dengan begitu, dana yang terkumpul diharapkan dapat kembali disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Sabang.

Penyaluran sekitar Rp1,5 miliar tersebut menjadi salah satu tahap dari rangkaian program Baitul Mal tahun ini. Di sisi lain, sejumlah program lain masih berjalan melalui tahapan masing-masing, termasuk bantuan pendidikan santri serta rencana pembangunan dan rehabilitasi rumah warga.[DIKK]

0 Komentar