![]() |
| Foto | Ari Maulana saat menjadi narasumber program Gen Zone Radio Assalam 107,9 FM Banda Aceh.(dok.AGN) |
Banda Aceh.AGN – Menjalani perkuliahan di dua perguruan tinggi menjadi pengalaman tersendiri bagi Ari Maulana. Kisah tersebut ia bagikan saat menjadi narasumber dalam program Gen Zone Radio Assalam 107,9 FM, radio komunitas Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Siaran bertema “Muda, Berkarya dan Berdampak” itu dipandu host Nayyah. Dalam perbincangan tersebut, Ari tidak hanya membahas aktivitas akademik, tetapi juga pengalaman organisasi, kegiatan sosial, pariwisata hingga proses mengembangkan kemampuan diri selama menjadi mahasiswa.
Ari saat ini tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK) Program Studi Ilmu Hukum sekaligus mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).
Menurutnya, memilih dua bidang yang berbeda justru memberikan pengalaman yang saling melengkapi. Pendidikan hukum membantunya memahami aturan, hak dan kewajiban, sedangkan ilmu komunikasi menjadi bekal untuk menyampaikan gagasan dan berinteraksi dengan masyarakat.
“Saya melihat hukum dan komunikasi itu bukan dua bidang yang harus dipisahkan. Hukum mengajarkan kita tentang aturan, hak, kewajiban dan bagaimana sesuatu diatur, sementara komunikasi mengajarkan bagaimana kita menyampaikan gagasan dan membangun hubungan dengan orang lain,” ujar Ari kepada acehglobalnews.id, Senin (5/10/2026).
Di luar aktivitas perkuliahan, Ari juga aktif dalam berbagai kegiatan. Ia pernah menjadi Liaison Officer (LO) Pertukaran Mahasiswa Merdeka, pemandu wisata, aktivis sosial, hingga menjabat Wakil III Cut Abang Duta Wisata Kota Sabang 2025.
Pengalamannya semakin beragam ketika mengikuti KKN di Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya. Ia juga mengembangkan pengalaman di bidang digital sebagai Social Media Specialist.
Berbagai aktivitas tersebut, kata Ari, menjadi bagian dari proses membangun kemampuan yang tidak selalu diperoleh dari ruang kelas. Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk berani mencoba berbagai kegiatan selama masih berada di bangku perkuliahan.
“Anak muda itu harus haus pengalaman. Jangan hanya mengejar nilai di atas kertas, tetapi juga mengasah kemampuan diri. Karena ketika kita masuk ke dunia setelah kampus, yang dibutuhkan bukan hanya apa yang pernah kita pelajari, tetapi juga apa yang mampu kita lakukan,” katanya.
Ia menilai organisasi, volunteer, kepanitiaan, kompetisi dan kegiatan pengabdian masyarakat dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan sekaligus memperluas jaringan.
Ari berharap generasi muda tidak melewatkan masa perkuliahan hanya dengan mengejar capaian akademik. Menurutnya, masa muda juga menjadi kesempatan untuk menemukan potensi, membangun pengalaman dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Masa muda hanya sekali, maka hiduplah dengan berarti dan jadilah seseorang yang bisa memberikan manfaat,” ungkapnya.
Program Gen Zone Radio Assalam melalui tema “Muda, Berkarya dan Berdampak” menjadi ruang berbagi pengalaman bagi mahasiswa sekaligus mendorong generasi muda untuk terus belajar, berkarya dan membangun kemampuan yang dapat memberi dampak positif bagi masyarakat.[CSA]

0 Komentar