![]() |
| Foto | Aktivitas bongkar muat kendaraan dan barang di Pelabuhan Balohan, Sabang.(dok.AGN) |
Banda Aceh.AGN – Aktivitas penyeberangan antara Banda Aceh dan Sabang masih menunjukkan mobilitas yang cukup tinggi sepanjang tujuh bulan pertama 2026. Lintasan Ulee Lheue-Balohan tercatat telah melayani lebih dari 200 ribu penumpang dengan puluhan ribu kendaraan yang menyeberang menuju Pulau Weh maupun sebaliknya.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh mencatat sebanyak 200.263 penumpang menggunakan jasa penyeberangan tersebut selama periode 1 Januari hingga 31 Juli 2026.
Pada periode yang sama, jumlah kendaraan yang dilayani mencapai 95.541 unit, sedangkan aktivitas pelayaran tercatat sebanyak 1.061 trip.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh, Mochamad Haryanto, mengatakan angka tersebut menunjukkan tingginya pergerakan masyarakat melalui jalur laut yang menghubungkan Banda Aceh dengan Kota Sabang.
"Perhitungan menggunakan periode 1 Januari-31 Juli 2026, sekitar 181 hari per 7 bulan," kata Haryanto saat dikonfirmasi awak media, Selasa (8/9/2026).
Jika dihitung berdasarkan rata-rata harian, lintasan Ulee Lheue-Balohan melayani sekitar 1.106 penumpang dan 507 kendaraan setiap hari. Sementara frekuensi pelayaran berada pada kisaran tujuh hingga delapan trip per hari.
Dalam perhitungan bulanan, ASDP mencatat rata-rata sekitar 28.063 penumpang dan 13.648 kendaraan menggunakan layanan tersebut. Jumlah pelayaran rata-rata mencapai sekitar 151 trip setiap bulan.
Tingginya aktivitas lintasan tersebut juga terlihat pada periode tertentu. Sepanjang 1 hingga 15 Juni 2026, misalnya, tercatat 94 trip pelayaran dengan jumlah angkutan mencapai 16.475 penumpang dan 9.347 kendaraan.
Selain menjadi sarana mobilitas penumpang, lintasan Ulee Lheue-Balohan memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran distribusi kebutuhan masyarakat di Sabang. Kapal penyeberangan turut mengangkut berbagai jenis barang dari Banda Aceh menuju Pulau Weh.
ASDP mencatat rata-rata sekitar 3.187 ton barang diangkut melalui lintasan tersebut setiap bulan. Barang-barang itu umumnya dibawa menggunakan kendaraan golongan IV, V, dan VI.
Muatan yang diseberangkan mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari bahan makanan dan kebutuhan pokok, material bangunan, barang elektronik, kebutuhan rumah tangga dan perdagangan, hingga logistik yang mendukung aktivitas masyarakat serta sektor pariwisata di Sabang.
Dengan tingginya jumlah penumpang, kendaraan, dan barang yang dilayani, lintasan Ulee Lheue-Balohan tetap menjadi salah satu jalur transportasi utama bagi konektivitas Banda Aceh dan Sabang. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan mobilitas warga, tetapi juga mendukung perputaran distribusi barang serta aktivitas ekonomi di Pulau Weh.[ARD]

0 Komentar