Sabang.AGN – Anggapan bahwa Kota Sabang sepi ketika malam hari perlahan mulai berubah. Aktivitas masyarakat dan wisatawan di sejumlah kawasan kuliner justru terus terlihat, dengan keberadaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menawarkan beragam pilihan makanan.
Foto | Suasana kawasan kuliner Tugu Merah Putih Sabang yang ramai dikunjungi masyarakat pada malam hari.(dok.AGN)
Salah satu kawasan yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat pada malam hari berada di sekitar Tugu Merah Putih Sabang. Deretan warung dan lapak kuliner di kawasan tersebut menghadirkan berbagai menu, mulai dari makanan khas berbahan hasil laut hingga hidangan yang lebih umum disukai pengunjung.
Kondisi itu membuat wisatawan yang berkunjung ke Sabang tidak terlalu sulit mencari makanan sesuai selera. Setelah menikmati berbagai destinasi pada siang hari, pengunjung masih dapat menemukan tempat untuk makan dan bersantai pada malam hari.
Pilihan makanan yang tersedia juga cukup beragam. Pengunjung dapat menemukan sate gurita, aneka olahan seafood, menu berbahan ayam hingga mie yang dijajakan oleh para pelaku usaha di kawasan tersebut.
Adimas (42), warga Banda Aceh yang cukup sering menghabiskan waktu akhir pekan di Sabang, mengatakan perkembangan usaha kuliner membuat suasana malam di kota tersebut terasa semakin hidup.
“Jangan bingung kalau berada di Sabang mencari makan. Sekarang Sabang bukan lagi kota tidur. UMKM sudah banyak,” ujar Adimas.
Menurutnya, keberadaan berbagai tempat makan menjadi salah satu hal yang membuat dirinya nyaman menghabiskan waktu di Sabang. Ia biasanya datang pada Sabtu dan Minggu bukan khusus untuk berwisata, melainkan sekadar menghabiskan waktu dengan memancing.
Namun, aktivitas tersebut tetap membuatnya bersentuhan dengan kehidupan masyarakat dan suasana kota, termasuk menikmati kuliner yang tersedia setelah aktivitas memancing selesai.
Bagi pelaku UMKM, ramainya kawasan kuliner pada malam hari tentu menjadi peluang untuk mendapatkan penghasilan. Kehadiran warga lokal maupun wisatawan menciptakan pasar yang terus bergerak, terutama pada akhir pekan ketika kunjungan ke Sabang cenderung meningkat.
Geliat tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perkembangan pariwisata tidak hanya berbicara mengenai destinasi alam. Kuliner dan aktivitas UMKM juga menjadi bagian penting dari pengalaman wisata, sekaligus membuka ruang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Dengan semakin banyaknya pilihan kuliner, wisatawan yang datang ke Sabang kini memiliki lebih banyak alternatif untuk menghabiskan waktu pada malam hari. Suasana kawasan Tugu Merah Putih pun menjadi salah satu gambaran bagaimana aktivitas ekonomi masyarakat terus tumbuh mengikuti pergerakan warga dan wisatawan.[DIKK]
0 Komentar