SMKN 1, SMKN 3, SMAN 6 dan SMAN 10 Banda Aceh Gelar Orientasi PMR

Foto | Pelaksanaan Orientasi Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Wira yang digelar di MAN 2 Banda Aceh.(dok.MAN 2 Banda Aceh untuk AGN)

Banda Aceh.AGN – Empat sekolah di Kota Banda Aceh menggelar kegiatan ekstrakurikuler bersama melalui Orientasi Palang Merah Remaja (PMR), Minggu (6/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti anggota PMR dari SMK Negeri 1 Banda Aceh, SMK Negeri 3 Banda Aceh, SMA Negeri 6 Banda Aceh dan SMA Negeri 10 Banda Aceh.

Humas SMK Negeri 1 Banda Aceh, Agus Saputra, mengatakan kegiatan berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 17.00 WIB dengan lokasi kegiatan di lapangan olahraga SMK Negeri 1, SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 3 Banda Aceh.

Menurut Agus, orientasi tersebut menjadi tahap awal bagi peserta untuk mengenal kegiatan kepalangmerahan sekaligus membangun sikap disiplin, kepedulian dan tanggung jawab sosial.

“Orientasi PMR ini sebagai langkah awal mencetak generasi muda yang disiplin, tangguh, peduli, dan memiliki jiwa kemanusiaan,” kata Agus Saputra kepada awak media, Minggu (6/9/2026).

Sejak pagi, peserta mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Kegiatan tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga diarahkan untuk membangun komunikasi dan kekompakan antarpeserta dari empat sekolah.

Agus menjelaskan, orientasi tersebut merupakan proses pengenalan sebelum peserta menjadi anggota PMR. Pertemuan lintas sekolah juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengenal kegiatan PMR dari sekolah lain.

Pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan Luthfi Arkan, S.IP. Ia didampingi fasilitator PMR dari masing-masing sekolah, yakni M. Hilmi Muzhaffar dari SMK Negeri 1 Banda Aceh, Luthfi Arkan, S.IP. dari SMK Negeri 3 Banda Aceh, M. Risqi dari SMA Negeri 6 Banda Aceh dan Siti Nurhaliza dari SMA Negeri 10 Banda Aceh.

Dalam orientasi tersebut, peserta memperoleh materi tentang sejarah Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, komponen gerakan, penggunaan lambang, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Palang Merah Remaja (PMR).

Materi lainnya meliputi Hukum Humaniter Internasional (HPI), tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah serta Tri Bakti PMR.

Agus mengatakan materi tersebut diberikan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai prinsip dan peran PMR. Peserta juga diarahkan memahami pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sosial dan kesiapan membantu sesama.

“Di sinilah semangat PMR mulai dibentuk: dari sekolah, untuk kemanusiaan,” ujarnya.

Kolaborasi empat sekolah tersebut diharapkan dapat berlanjut melalui kegiatan kepalangmerahan maupun aksi sosial yang melibatkan para pelajar. Kerja sama lintas sekolah dinilai dapat memperluas pengalaman peserta sekaligus memperkuat hubungan antarkelompok PMR.

Pada akhir kegiatan, anggota baru PMR juga diarahkan untuk mengedepankan sikap dan kepedulian sosial dalam berinteraksi dengan sesama. Nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.[PIM]

0 Komentar