Samhita, Cara Sabang Merangkai Lima Budaya dalam Satu Gerak Tari

Foto | Para penari membawakan rangkaian gerak yang menggabungkan karakter budaya Aceh, Kalimantan, Sumatera Barat, Bali dan Papua.(dok.AGN)

Sabang.AGN – Sebuah pertunjukan tari dari Kota Sabang membawa pesan tentang keberagaman Indonesia dalam ajang Indonesia Fest memperingati HUT TNI ke-81 di Banda Aceh. Melalui karya berjudul Samhita, sejumlah karakter budaya daerah dirangkai menjadi satu koreografi yang menggambarkan persatuan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susetya, mengatakan konsep tersebut sengaja diangkat untuk memperlihatkan bahwa seni dapat menjadi media yang menyatukan perbedaan. Dalam Samhita, budaya dari wilayah barat hingga timur Indonesia dipertemukan melalui gerak dan musik dalam satu penampilan.

“Konsepnya bukan sekadar menggabungkan tarian dari beberapa daerah, tetapi bagaimana keberagaman itu bisa menjadi satu kesatuan dalam sebuah karya,” ujar Harry.

Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Sabang, Murdiana, menjelaskan Samhita mengambil karakter dari lima daerah, yakni Aceh, Kalimantan, Sumatera Barat, Bali dan Papua. Setiap bagian memiliki warna yang berbeda untuk menggambarkan perjalanan budaya Nusantara.

Bagian Aceh ditampilkan dengan karakter yang tegas sebagai pembuka. Selanjutnya, nuansa Kalimantan menghadirkan gerakan yang lebih lembut dan mengalir. Unsur Sumatera Barat kemudian diperkuat melalui karakter gerak silat yang mencerminkan ketangkasan dan keberanian.

Nuansa berbeda kembali muncul ketika unsur Bali dan Papua masuk dalam rangkaian pertunjukan. Energi Tari Kecak menjadi salah satu warna pada bagian Bali, sedangkan Papua menghadirkan suasana yang lebih semarak sebagai bagian akhir perjalanan tarian.

Menurut Murdiana, rangkaian tersebut dirancang agar setiap budaya tetap memiliki identitas, namun tidak berdiri sendiri. Keseluruhan unsur kemudian dipadukan menjadi satu komposisi yang membawa pesan persatuan di tengah keberagaman.

“Pesan yang kami bawa adalah berbeda dalam bentuk, tetapi dapat berpadu dalam rasa. Ini juga menjadi gambaran Indonesia yang memiliki banyak budaya namun tetap berada dalam satu kesatuan,” kata Murdiana.

Harry menambahkan, keterlibatan Sabang dalam Indonesia Fest juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi seni daerah kepada masyarakat yang lebih luas. Selain mengikuti perlombaan, kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi ruang promosi budaya dan kreativitas daerah.

Tari Samhita dibawakan oleh Ayesha Syuva Maghfirah, Eliska Alta Talia, Hazain Syilfarazan, Lutfia Nurul Izza, Nurial Ayana, Raya Noviyandra S dan Viza Azera. Koreografi karya tersebut ditangani Deni Malakuta, dengan pembinaan Kodim 0112/Sabang dan Dinas Pariwisata Kota Sabang.[CSA]

0 Komentar