![]() |
| Foto | Anjungan Kota Sabang menampilkan potensi kuliner daerah dalam Aceh Culinary Festival 2026 sebagai bagian dari promosi pariwisata.(dok.AGN) |
Banda Aceh.AGN – Kehadiran Kota Sabang dalam Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, tidak sekadar menjadi ajang memperkenalkan makanan khas daerah. Partisipasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperlihatkan identitas Sabang sebagai salah satu daerah tujuan wisata yang memiliki kekayaan potensi di Indonesia.
Sabang selama ini dikenal dengan daya tarik wisata bahari, keindahan alam serta kawasan Pulau Weh yang menjadi salah satu destinasi unggulan Aceh. Namun, pengembangan pariwisata tidak hanya bertumpu pada panorama alam. Kekayaan kuliner dan budaya lokal juga menjadi unsur penting yang dapat melengkapi pengalaman wisatawan ketika berkunjung ke Sabang.
Melalui ACF 2026, Pemerintah Kota Sabang mengambil kesempatan untuk membawa karakter daerah tersebut ke tengah perhelatan kuliner berskala Aceh. Anjungan Sabang menjadi ruang untuk memperlihatkan bahwa potensi wisata kota paling barat Indonesia itu memiliki sisi lain yang dapat terus dikembangkan sebagai daya tarik bagi wisatawan.
Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam yang hadir dalam pembukaan ACF 2026 mengatakan, setiap daerah memiliki keunikan kuliner masing-masing. Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan kekayaan yang dapat menjadi bagian dari strategi promosi pariwisata.
“Yang menarik dari kegiatan ini, kita bisa melihat langsung kekhasan kuliner dari masing-masing daerah. Setiap daerah punya makanan dan cita rasa sendiri, dan semuanya ditampilkan di sini. Ini menunjukkan bahwa Aceh memang sangat kaya dengan kuliner dan tradisinya,” ujar Zulkifli, Jumat (11/9/2026).
Bagi Sabang, pengenalan kuliner melalui festival tersebut memiliki arti penting karena wisatawan yang datang tidak hanya membutuhkan destinasi untuk dikunjungi. Makanan khas, budaya dan kehidupan masyarakat lokal turut menjadi pengalaman yang dapat memperkuat kesan wisatawan selama berada di sebuah daerah.
Zulkifli mengatakan, kuliner merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sektor pariwisata. Karena itu, potensi tersebut perlu dikembangkan dan dipromosikan secara berkelanjutan agar wisatawan memiliki semakin banyak alasan untuk mengenal suatu daerah.
“Kuliner ini juga menjadi bagian dari pariwisata. Jadi, wisatawan yang datang tidak hanya menikmati alam dan destinasi yang ada, tetapi juga bisa mengenal daerah melalui makanan dan cita rasanya. Ini yang harus terus kita kembangkan dan kita promosikan,” katanya.
Kehadiran Sabang di ACF 2026 juga memperlihatkan bahwa promosi destinasi dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan. Tidak hanya mengandalkan keindahan laut dan objek wisata, Sabang turut membawa unsur gastronomi sebagai bagian dari cerita tentang daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata penting di Aceh.
Upaya tersebut sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha kuliner dan UMKM untuk mendapatkan perhatian yang lebih luas. Produk lokal yang diperkenalkan melalui kegiatan seperti ACF berpeluang menjadi bagian dari daya tarik wisata sekaligus memperluas pengenalan terhadap produk daerah.
Dengan membawa kekayaan kuliner ke tengah festival, Sabang ingin menunjukkan bahwa predikat sebagai kota wisata tidak hanya dibangun melalui destinasi alam. Identitas masyarakat, budaya dan cita rasa lokal menjadi bagian dari kekuatan yang dapat memperkaya posisi Sabang di tengah persaingan destinasi wisata, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Zulkifli berharap kegiatan promosi seperti ACF terus berkembang dan memberikan ruang bagi semakin banyak produk kuliner daerah untuk dikenal. Menurutnya, semakin luas kuliner Sabang diperkenalkan, semakin besar pula peluang UMKM lokal mendapatkan pasar baru sekaligus ikut bergerak bersama pertumbuhan sektor pariwisata.
“Kita berharap kegiatan seperti ini terus berkembang dan semakin banyak kuliner daerah yang dikenal. Dengan begitu, UMKM kita juga punya ruang untuk memperkenalkan produknya dan membuka pasar yang lebih luas,” tutupnya.[PIM]
.jpeg)
0 Komentar