Banda Aceh.AGN – Satreskrim Polresta Banda Aceh masih mendalami penyebab meninggalnya seorang taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh Besar. Penyidik belum memastikan apakah kematian tersebut berkaitan dengan tindakan kekerasan atau terjadi karena kondisi medis tertentu.
Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono, dalam keterangan pers kepada Wartawan mengatakan, penyelidikan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai meninggalnya peserta didik dari lembaga pendidikan tersebut. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan menelusuri keberadaan jenazah hingga ditemukan di salah satu rumah sakit daerah.
Menurut Miftahuda, ketika tiba di rumah sakit, petugas mendapati taruna tersebut telah meninggal dunia. Polisi kemudian meminta keterangan dari sejumlah pihak, termasuk tenaga pendidik Poltekpel serta tenaga medis yang sebelumnya menangani korban di poliklinik kesehatan Poltekpel.
Penyidik juga melakukan observasi awal bersama dokter forensik. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran awal mengenai kondisi jenazah dan kemungkinan penyebab kematian sebelum hasil pemeriksaan medis secara resmi diterima penyidik.
Sejumlah pemeriksaan medis telah dilakukan terhadap jenazah, termasuk CT scan dan rontgen. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan tersebut yang diperkirakan baru dapat diketahui secara resmi dalam beberapa hari ke depan.
Miftahuda menyebut, dari informasi awal tenaga medis terdapat sejumlah kondisi pada jenazah yang dinilai tidak biasa, termasuk munculnya bercak merah yang kemudian berubah menjadi kebiruan hingga menghitam. Namun, polisi menegaskan temuan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kematian.
Sebelumnya, taruna tersebut disebut sempat mendapatkan penanganan medis di poliklinik kesehatan Poltekpel sebelum kemudian dirujuk ke rumah sakit daerah. Kondisi yang dialaminya diduga berkaitan dengan sakit yang menimbulkan bercak pada tubuh.
“Namun sampai sejauh ini kita masih akan melakukan penyelidikan, menunggu secara resmi hasil daripada observasi awal dan juga CT scan,” kata Miftahuda dalam keterangannya.
Ia menambahkan, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak dan saksi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan rangkaian peristiwa sebelum kematian serta menentukan apakah terdapat unsur kekerasan atau kematian terjadi karena sebab yang wajar.
Hasil pemeriksaan medis dan keterangan para saksi nantinya akan menjadi bagian dari penyelidikan untuk menentukan langkah hukum berikutnya. Polisi memastikan proses tersebut masih berjalan dan belum menarik kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian taruna Poltekpel Malahayati tersebut.[REDAKSI]

0 Komentar