![]() |
| Foto | Nadiaturrahmi, Penyuluh Agama KUA Sukakarya Sabang, akan mengikuti Australia-Indonesia Muslim Exchange Program 2026 di Melbourne dan Sydney.(dok.AGN) |
Sabang.AGN – Nadiaturrahmi, S.Ag., Penyuluh Agama Islam pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, terpilih menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam program Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (AIMEP) 2026.
Nadiaturrahmi masuk dalam 12 perwakilan Indonesia yang dinyatakan lolos program yang dilaksanakan oleh Deakin University Australia. Ia berhasil melewati proses seleksi setelah bersaing dengan lebih dari 2.000 pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia.
Bagi Nadiaturrahmi, kesempatan tersebut menjadi pengalaman baru untuk memperluas pemahaman mengenai kehidupan muslim dalam lingkungan masyarakat multikultural. Ia tertarik mengikuti AIMEP karena ingin melihat secara langsung bagaimana nilai-nilai Islam dipahami dan dijalankan dari perspektif masyarakat Australia.
Ketertarikannya terhadap dunia penyuluhan agama sendiri berawal dari kegemaran berbicara di depan umum. Sejak mengemban tugas sebagai Penyuluh Agama Islam di KUA Sukakarya pada 2025, kemampuan tersebut ia manfaatkan untuk menyampaikan pesan keagamaan dan edukasi kepada masyarakat.
“Basicnya karena saya suka ngomong, lebih lagi penyuluh agama Islam adalah sarana untuk saya dalam menyebarkan omongan-omongan baik,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).
Untuk sampai pada tahap terpilih sebagai delegasi, Nadiaturrahmi harus melalui sejumlah proses seleksi. Tahapan tersebut dimulai dari pendaftaran, pengiriman curriculum vitae dan esai, kemudian dilanjutkan seleksi administrasi hingga wawancara.
Ketika pengumuman kelulusan keluar pada Senin (14/9), ia mengaku sempat tidak percaya bisa menjadi salah satu dari 12 orang yang dipilih mewakili Indonesia.
“Jujur terkejut, saya tidak menyangka bisa terpilih sebagai delegasi Indonesia di antara 2.000 lebih pendaftar. Alhamdulillah, bersyukur,” katanya.
Nadiaturrahmi dijadwalkan bertolak ke Australia pada 17 September 2026. Selama mengikuti program, ia akan berada di dua kota, yakni Melbourne dan Sydney.
Menjelang keberangkatan, sejumlah persiapan masih dilakukan, termasuk penyelesaian visa serta berbagai dokumen pendukung. Ia berharap seluruh rangkaian program dapat memberikan pengalaman yang bisa dibawa pulang dan diterapkan dalam pekerjaan sebagai penyuluh agama di Sabang.
Salah satu ruang yang ingin ia kembangkan setelah kembali adalah kegiatan pendidikan keagamaan yang selama ini telah dijalankan melalui Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Al Awja. Lembaga pendidikan Islam nonformal tersebut memberikan pembelajaran dasar agama, baca tulis Al Quran dan pembentukan akhlak bagi anak-anak.
Ia juga mengajak penyuluh agama lainnya yang memiliki keinginan mengikuti program pertukaran atau kegiatan serupa agar mulai mempersiapkan diri lebih awal.
“Harus well prepared dari sekarang,” pesan Nadiaturrahmi yang merupakan alumnus Pesantren Babun Najah dan UIN Ar-Raniry.
Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Sabang. Plt Kakankemenag Kota Sabang, Eriadi, S.T., menyampaikan kebanggaannya atas terpilihnya Nadiaturrahmi sebagai delegasi Indonesia.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama berada di Australia tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi dapat memberikan manfaat bagi pelaksanaan tugas penyuluhan agama ketika kembali ke Sabang.
Kepala KUA Kecamatan Sukakarya, Nazar Fuadi Nur, S.H., M.H., juga memberikan dukungan sejak proses seleksi berlangsung. Ia berharap keikutsertaan Nadiaturrahmi dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan nilai-nilai keislaman yang tumbuh bersama tradisi dan kearifan masyarakat Sabang kepada masyarakat internasional.
“Semoga dengan adanya penyuluh agama Sukakarya yang go-internasional menjadi ajang unjuk diri dalam memperkenalkan nilai-nilai keislaman sesuai tradisi kearifan Kota Sabang, yang identik dengan pariwisata ke kancah internasional,” ujar Nazar.
Menurutnya, pengalaman tersebut juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi Nadiaturrahmi untuk melihat secara langsung kehidupan dan nilai keislaman di kalangan generasi muda Australia, yang nantinya bisa menjadi bahan perbandingan dalam menjalankan tugas penyuluhan di Sabang.[PIM]

0 Komentar