Kejar Sertifikat Higiene Sanitasi, SPPG Kemala Bhayangkari Sabang Off Sementara

Foto | Dapur SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari di Cot Abeuk, Kota Sabang, yang menghentikan sementara operasional untuk memenuhi persyaratan SLHS, Senin (21/9/2026).(dok.AGN)

Sabang.AGN – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari di Gampong Cot Abeuk, Kota Sabang, menghentikan sementara pelayanan makanan bergizi mulai Senin (21/9/2026).

Penghentian tersebut dilakukan di tengah proses pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang menjadi salah satu persyaratan bagi dapur SPPG sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari, Tri Kirana Putri, mengatakan proses pemeriksaan untuk memenuhi persyaratan SLHS sedang berjalan. Pemeriksaan tahap pertama berupa Inspeksi Kesehatan Lingkungan telah dilakukan, sedangkan pemeriksaan lanjutan dijadwalkan berlangsung pekan ini.

Menurut Tri Kirana, pelayanan akan kembali dijalankan setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai dan dokumen SLHS diterbitkan. Karena itu, operasional dapur untuk sementara dihentikan sembari menunggu proses tersebut rampung.

“Jadi kita sambil menunggu surat SLHS terbit, kita off sementara,” ujar Tri Kirana.

Penghentian layanan kali ini bukan yang pertama terjadi pada September 2026. Sebelumnya, dapur tersebut juga sempat tidak beroperasi selama sepekan sejak 14 September menyusul pergantian kepala SPPG.

Saat itu, penghentian sementara berkaitan dengan penyelesaian administrasi serta penyesuaian akun SPPG setelah adanya pergantian pimpinan. Setelah proses tersebut selesai, pelayanan kembali berjalan sebelum akhirnya dihentikan lagi untuk memenuhi ketentuan SLHS.

SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari sendiri selama ini melayani sekitar 3.535 penerima manfaat yang berasal dari 25 sekolah dan delapan posyandu di Kota Sabang.

Tri Kirana berharap masyarakat memahami penghentian sementara tersebut sebagai bagian dari proses pemenuhan ketentuan yang harus diselesaikan pihak dapur. Ia juga meminta dukungan dan kesabaran masyarakat hingga pelayanan dapat kembali dilanjutkan.

“Harapan saya kepada seluruh masyarakat, mohon pengertiannya, kerja samanya, dan kesabarannya, sambil kita menunggu surat SLHS kita keluar,” katanya.[DIKK]

0 Komentar