![]() |
| Foto | Pembangunan kembali Jembatan Teupin Mane di Kecamatan Juli, Bireuen, terus dikebut untuk mendukung pemulihan konektivitas jalur nasional lintas tengah Aceh.(dok.untuk AGN) |
Bireuen.AGN – Pemerintah terus mengejar penyelesaian pembangunan sejumlah jembatan yang menjadi bagian penting dalam pemulihan konektivitas Aceh pascabencana. Salah satunya Jembatan Krueng Tingkeum atau Jembatan Kutablang di Kabupaten Bireuen yang kini telah mencapai progres fisik 95 persen.
Pekerjaan jembatan tersebut saat ini memasuki tahap pengaspalan dan ditargetkan sudah dapat difungsionalkan pada 20 September 2026. Percepatan dilakukan agar jalur nasional yang menghubungkan kawasan timur Aceh dengan Sumatera Utara segera kembali mendukung aktivitas masyarakat.
Perwakilan Tim Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Aceh dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, mengatakan perkembangan pembangunan Jembatan Kutablang menunjukkan hasil yang cukup signifikan.
Hal itu disampaikannya setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi jembatan. Saat mengunjungi Banda Aceh, Rabu (9/9), Imran menyebut pekerjaan pengaspalan diharapkan dapat dituntaskan dalam waktu dekat.
“Kemarin kami sudah berkunjung ke lapangan, Jembatan Kutablang. Progresnya sekarang luar biasa, pengaspalan mungkin minggu ini selesai,” ujar Imran dalam keterangan tertulis diterima media ini, Sabtu (12/9/2026).
Jembatan Kutablang sebelumnya mengalami kerusakan berat hingga ambruk akibat banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025. Untuk mengembalikan konektivitas secara permanen, Kementerian Pekerjaan Umum menggandeng PT Adhi Karya membangun jembatan duplikasi sepanjang 149,7 meter dengan nilai kontrak mencapai Rp107,5 miliar.
Penyelesaian proyek tersebut kini dikejar lebih cepat dibandingkan jadwal awal. Sebelumnya, pekerjaan permanen ditargetkan selesai pada November 2026 dan operasional penuh pada Desember 2026. Namun, pemerintah mendorong agar jembatan sudah bisa digunakan sejak September.
Percepatan itu dilakukan dengan mempertimbangkan potensi meningkatnya curah hujan menjelang akhir tahun. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi agar akses masyarakat tetap tersedia dan aman.
“Target awal selesai November, dan operasional penuh Desember. Tapi sudah warning dan diusahakan September, karena November dan Desember Aceh mengalami curah hujan tinggi berdasarkan prediksi BMKG,” tuturnya.
Selain Kutablang, percepatan juga dilakukan pada Jembatan Teupin Mane di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Infrastruktur yang berada di jalur nasional lintas tengah tersebut memiliki peran penting karena menjadi penghubung Bireuen dengan wilayah Aceh Tengah, Bener Meriah hingga Aceh Tenggara.
Pembangunan Jembatan Teupin Mane saat ini telah memasuki pekerjaan pengecoran lantai. Setelah tahapan tersebut rampung, konstruksi akan dilanjutkan dengan pengaspalan. Pemerintah menargetkan jembatan tersebut dapat difungsionalkan pada akhir September 2026.
“Teupin Mane minggu ini lantainya selesai dicor dan selanjutnya diaspal. Kami harap September ini selesai,” ungkap Imran.
Jembatan Teupin Mane dibangun kembali setelah sebelumnya ambruk akibat banjir bandang. Struktur baru menggunakan rangka baja dengan panjang 160 meter dan lebar 12 meter, serta dilengkapi pondasi bored pile dan pengaman oprit menggunakan soldier pile.
Menurut Imran, percepatan pemulihan tidak hanya difokuskan pada dua jembatan di Kabupaten Bireuen. Pemerintah juga terus melakukan penanganan di sejumlah daerah lain yang terdampak cukup parah, termasuk Aceh Tamiang serta kawasan Serbajadi dan Lokop di Aceh Timur.
“Pemerintah terus berusaha semaksimal mungkin menangani. Tak hanya di situ. Beberapa daerah sangat parah seperti Aceh Tamiang sudah hidup, Aceh Timur di Serbajadi dan Lokop. Pemerintah sudah luar biasa,” pungkas Imran.[DIRMAN]

0 Komentar