Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sabang dan Banda Aceh, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

 

Foto | Peta Peringatan Dini Cuaca BMKG Aceh, Rabu 30 September 2026, yang menunjukkan sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.(dok.BMKG Sabang untuk AGN)

Sabang.AGN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah Aceh, Rabu (30/9/2026). Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah kabupaten dan kota.

Berdasarkan pembaruan BMKG Aceh pukul 13.42 WIB, kondisi cuaca tersebut berpotensi terjadi mulai sekitar pukul 13.52 WIB. Sejumlah wilayah yang lebih dahulu masuk dalam peringatan antara lain Kabupaten Aceh Besar, Aceh Singkil dan Bireuen.

Di Aceh Besar, wilayah yang masuk dalam peringatan meliputi Indrapuri, Seulimeum, Lembah Seulawah dan Kuta Cot Glie. Sementara di Aceh Singkil mencakup Singkil, Singkil Utara, Danau Paris dan Kuala Baru.

Adapun di Kabupaten Bireuen, potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi di Jeunieb, Peudada, Pandrah dan Peulimbang serta wilayah sekitarnya.

BMKG juga memperkirakan kondisi tersebut dapat meluas ke wilayah lainnya. Perluasan mencakup sejumlah daerah di Aceh Selatan, Aceh Besar, Pidie, Simeulue, Aceh Singkil, Bireuen, Aceh Jaya, Pidie Jaya, Banda Aceh, Sabang dan Subulussalam.

Untuk Kota Sabang, dua kecamatan masuk dalam wilayah yang berpotensi terdampak, yakni Sukakarya dan Sukajaya. Sementara di Kota Banda Aceh, wilayah yang masuk dalam potensi perluasan meliputi Baiturrahman, Kuta Alam, Meuraxa, Syiah Kuala, Lueng Bata, Kuta Raja, Banda Raya, Jaya Baru dan Ulee Kareng.

Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Kota Subulussalam, mencakup Simpang Kiri, Penanggalan, Rundeng, Sultan Daulat dan Longkib.

BMKG menyebut potensi cuaca tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga sekitar pukul 16.46 WIB. Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang dapat muncul akibat hujan lebat, petir maupun angin kencang.

Khusus masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan, termasuk pengguna kendaraan, nelayan dan warga yang berada di kawasan pesisir, kondisi perubahan cuaca perlu menjadi perhatian. Angin kencang dan hujan deras dalam waktu singkat dapat menurunkan jarak pandang serta meningkatkan risiko gangguan di perjalanan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi terkait perkembangan cuaca. Peringatan dini dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer dan hasil pemantauan terbaru.

Prakirawan BMKG Aceh dalam informasi tersebut juga menyampaikan bahwa wilayah terdampak dapat meluas dari daerah yang telah masuk dalam peringatan awal.[ZAK]

0 Komentar