Hilang Kontak Saat Urus Kepulangan, Pekerja Asal Lhokseumawe Ternyata di Tarhil Tabuk

Foto | Ilustrasi Muhammad Ikhsan, warga Lhokseumawe, Aceh, yang sempat hilang kontak di Arab Saudi dan kini diketahui berada di Tarhil Tabuk.(dok.kreasi AI AGN)

Banda Aceh.AGN — Muhammad Ikhsan (25), warga Lhokseumawe, Aceh, yang sempat hilang kontak dengan keluarganya saat berada di Arab Saudi, akhirnya diketahui keberadaannya. Ikhsan kini berada di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) atau Tarhil Tabuk.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah menelusuri keberadaan Ikhsan dan berkoordinasi dengan Satuan Tugas Wilayah Tabuk.

Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman Haji Uma mengatakan, informasi keberadaan Ikhsan disampaikan langsung oleh KJRI Jeddah. Ia menyebut Ikhsan saat ini masih menjalani proses di Tarhil Tabuk sebelum nantinya dipulangkan ke Indonesia.

Ikhsan diketahui sebelumnya bekerja sebagai barista di Kota Tabuk sejak 16 Oktober 2024. Kontrak kerjanya berakhir pada 10 Mei 2026.

Persoalan muncul ketika perusahaan tempat Ikhsan bekerja mengalami kebangkrutan. Kondisi tersebut membuat pihak perusahaan tidak mampu membiayai kepulangan para pekerjanya ke negara masing-masing.

Pada 10 September 2026, Ikhsan dibawa manajernya ke kantor Jawazat atau Imigrasi Arab Saudi untuk mengurus proses kepulangan. Namun, saat pemeriksaan diketahui izin tinggalnya telah kedaluwarsa sekitar tiga bulan.

Setelah menjalani pemeriksaan tersebut, komunikasi Ikhsan dengan keluarganya di Lhokseumawe terputus. Keluarga kemudian melaporkan kondisi tersebut dan meminta bantuan untuk memastikan keberadaannya.

Menindaklanjuti laporan itu, Haji Uma menyurati Kementerian Luar Negeri RI melalui surat Nomor 145/10.2/B-1/DPDRI/IX/2026 tertanggal 21 September 2026. Surat tersebut berisi permintaan bantuan penelusuran sekaligus fasilitasi pemulangan Ikhsan.

Setelah keberadaannya dipastikan, Ikhsan direncanakan dipindahkan dari Tarhil Tabuk ke Tarhil Syumaisi di Makkah. Pemindahan tersebut menjadi bagian dari tahapan yang harus dijalani sebelum proses pemulangan ke Indonesia.

Haji Uma mengapresiasi KJRI Jeddah, KBRI Riyadh, Satgas Wilayah Tabuk dan Kementerian Luar Negeri RI yang telah membantu menemukan keberadaan Ikhsan.

Ia berharap proses pemindahan hingga pemulangan Ikhsan berjalan lancar. Koordinasi, kata Haji Uma, akan terus dilakukan untuk memantau perkembangan kasus tersebut hingga Ikhsan dapat kembali ke Aceh dan berkumpul dengan keluarganya.[DIRMAN]

0 Komentar