
Foto | Ilustrasi Tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran di perairan Iboih Sabang pada hari ketujuh pencarian wisatawan Malaysia yang hilang saat menyelam.(dok.kreasi AI AGN)
Sabang.AGN – Operasi pencarian wisatawan asal Malaysia yang hilang saat menyelam di perairan Iboih, Kota Sabang, memasuki hari ketujuh, Kamis (17/9/2026). Hingga pencarian dilakukan kembali pagi hari, tim SAR gabungan belum menemukan tanda keberadaan korban.
Koordinator Pos SAR Sabang, Adrian Helmi, mengatakan pencarian dimulai kembali sekitar pukul 08.30 WIB dengan membagi tim dalam dua unsur pencarian. Salah satunya melakukan penyisiran di permukaan laut, sementara unsur lainnya mendukung pencarian melalui penyelaman.
Sebanyak 10 penyelam gabungan kembali diturunkan ke lokasi Sebatik Topong. Para penyelam melakukan pencarian pada kedalaman sekitar 40 hingga 60 meter dengan waktu berada di bawah permukaan antara 30 sampai 60 menit, menyesuaikan kondisi saat penyelaman.
Adrian mengatakan pencarian bawah laut kembali dilakukan setelah sebelumnya para penyelam beristirahat. Tim SAR tetap memberikan dukungan terhadap upaya tersebut, meski fokus utama pencarian hari ketujuh diarahkan pada penyisiran permukaan.
“Kita akan berfokus di atas permukaan. Namun teman-teman penyelam ingin ikut mendukung satu hari terakhir ini untuk melakukan penyelaman kembali di lokasi tersebut, sehingga kita support teman-teman semua,” kata Adrian.
Upaya pencarian di permukaan turut menghadapi kendala kondisi laut. Adrian menyebut angin berada pada kisaran 15 hingga 26 kilometer per jam dengan ketinggian gelombang sekitar 1,5 hingga 2 meter. Kondisi tersebut membuat pergerakan tim pencari tidak dapat dilakukan terlalu jauh dari wilayah operasi.
Dengan keterbatasan itu, penyisiran permukaan dilakukan secara paralel pada jalur dari kawasan Kilometer Nol hingga depan Sabang Fair dan kemudian kembali ke arah sebaliknya. Pencarian direncanakan berlangsung hingga sekitar pukul 17.00 WIB.
Setelah batas waktu tersebut, operasi SAR terhadap korban direncanakan ditutup. Namun penutupan operasi bukan berarti pencarian tidak dapat dilakukan kembali. Menurut Adrian, operasi masih memungkinkan dibuka apabila muncul tanda-tanda keberadaan korban atau informasi baru yang dinilai relevan.
“Kalau ada ditemukan tanda-tanda atau informasi dari masyarakat sekitar maupun nelayan, operasi SAR bisa dibuka kembali,” ujarnya.
Sampai pencarian hari ketujuh berlangsung, tim belum memperoleh petunjuk dari hasil penyelaman, penyisiran permukaan maupun laporan nelayan yang berada di sekitar perairan Sabang.
Adrian juga mengingatkan pengelola dive shop di kawasan Iboih agar lebih memperhatikan aspek keselamatan wisatawan sebelum melakukan aktivitas bawah laut. Kondisi wisatawan dan situasi perairan, menurutnya, perlu dipastikan sebelum kegiatan penyelaman dilakukan.
Ia turut mengimbau wisatawan yang melakukan aktivitas di permukaan laut menggunakan perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung. Pengunjung juga diminta tidak memaksakan aktivitas apabila kondisi cuaca dan laut tidak memungkinkan.
Selain itu, Pos SAR Sabang meminta para nelayan di wilayah Sabang segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan benda atau perlengkapan yang diduga berkaitan dengan wisatawan yang hilang. Informasi sekecil apa pun diharapkan dapat membantu proses pencarian apabila nantinya diperlukan operasi lanjutan.[DIKK]
0 Komentar