
Foto | Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyampaikan sambutan pada kegiatan Dakwah Umum Kolaborasi di Taman Bustanussalatin.(dok.Humas Pemko Banda Aceh untuk AGN)
Banda Aceh.AGN – Taman Bustanussalatin Banda Aceh dipadati warga pada Selasa (23/9/2026) malam. Masyarakat bersama jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN) berkumpul untuk mengikuti Dakwah Umum Kolaborasi atau Dakwah Akbar Seuramoe Hate.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh itu menghadirkan Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan, pimpinan Yayasan Al-Fachriyah. Ceramah agama disampaikan di ruang terbuka di depan Balai Kota Banda Aceh dengan diikuti jamaah dari berbagai kalangan.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyambut kedatangan Habib Jindan yang sebelumnya juga pernah menjalankan kegiatan dakwah di Aceh. Ia menyebut sang habib pernah melantik pengurus Majelis Muwashalah Baina Ulama Al-Muslimin wilayah Aceh di Dayah Madani Al-Aziziyah pada 2017.
Selain itu, Habib Jindan juga pernah melakukan safari dakwah di Dayah MUDI Mesra Samalanga. Illiza pun menyampaikan ucapan selamat datang kembali kepada Habib Jindan untuk mengisi kegiatan keagamaan di Banda Aceh.
Dalam sambutannya, Illiza menekankan bahwa program Dakwah Umum Kolaborasi yang telah diluncurkan Pemko Banda Aceh bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menjaga nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan masyarakat.
Ia mengatakan upaya membangun kehidupan masyarakat yang baik membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, ulama, keluarga, dayah, pendidik, generasi muda hingga komunitas memiliki peran yang saling melengkapi.
“Dakwah tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah tidak bisa sendirian. Ulama tidak bisa sendirian. Keluarga juga tidak bisa sendirian,” ujar Illiza.
Menurutnya, pembangunan kota tidak cukup hanya dilihat dari kemajuan fisik dan infrastruktur. Pembentukan karakter masyarakat juga menjadi bagian penting karena manusia membutuhkan ilmu, keteladanan, nasihat serta lingkungan yang mendorong untuk terus memperbaiki diri.
Illiza mengingatkan bahwa pesan dakwah semestinya tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Nilai yang diperoleh dari majelis ilmu harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah hingga ruang publik.
Ia berharap setiap jamaah yang mengikuti Dakwah Akbar Seuramoe Hate membawa pulang setidaknya satu pengetahuan, satu nasihat untuk direnungkan dan satu kebaikan yang dapat diamalkan.
Dalam kesempatan yang sama, Pemko Banda Aceh juga memberikan penghargaan kepada kafilah asal Banda Aceh yang berhasil meraih prestasi pada MTQ Nasional XXXI di Semarang.
Dua peserta yang meraih juara II mendapat apresiasi berupa bonus umrah. Mereka adalah Habibul Hamiz pada cabang Tilawah Anak-Anak Putra dan Althaf Rahmatillah pada cabang Pensyarah Tim Syarhil Qur’an Putra.
Sementara itu, Rahila Syakira yang meraih Juara Harapan I Cabang 5 Juz dan Tilawah Putri serta Tim Syarhil Qur’an Putri yang terdiri dari Naurah Clarisa, Ulfa Masturina dan Ken Nevretty Banyu Bening masing-masing memperoleh hadiah Rp15 juta.
Penghargaan berikutnya diberikan kepada Farhan Ridhallah, Chalif Aulya dan M. Hanif Baihaqi yang meraih Juara Harapan III Fahmil Qur’an Putra, serta Mayra yang meraih Juara Harapan III Khat Kontemporer Putri. Masing-masing menerima Rp10 juta.
Adapun M Syauqi Dibran Pratama dari cabang Tafsir Bahasa Arab dan Zahran Yumna dari cabang Khat Dekorasi Putra masing-masing mendapatkan hadiah Rp5 juta.
“Selamat untuk anak-anak kami. Teruslah mencintai Al-Qur’an. Jangan berhenti karena sudah juara. Ilmu Al-Qur’an bukan hanya untuk prestasi, tapi membentuk akhlak dan pedoman hidup,” kata Illiza.
Pemko Banda Aceh juga memastikan kegiatan dakwah akan terus dilanjutkan melalui sejumlah agenda. Rangkaian tersebut dijadwalkan berlanjut dengan Peringatan Maulid Umum Perempuan Kota Banda Aceh bersama Ustadzah Aisyah Farid BSA pada Rabu (24/9/2026) di Amel Convention Hall, Blang Oi.
Selanjutnya, Kajian Dakwah Pendopo Wali Kota dijadwalkan berlangsung Kamis malam (25/9/2026), kemudian dilanjutkan dengan Safari Dakwah Malam Ahad.
Illiza mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai ruang keagamaan yang tersedia di Banda Aceh, mulai dari masjid, meunasah, dayah hingga majelis ilmu sebagai tempat memperkuat pengetahuan agama sekaligus mempererat hubungan antarsesama.
“Mari jadikan setiap majelis ilmu sebagai kesempatan belajar, setiap nasihat untuk memperbaiki diri, dan setiap pertemuan untuk mempererat ukhuwah,” pungkasnya.[CSA]
0 Komentar