![]() |
| Foto | Grup WhatsApp menjadi salah satu ruang perdagangan digital yang mempertemukan penjual dan pembeli di Sabang.(dok.AGN) |
Sabang.AGN – Aktivitas perdagangan melalui media sosial di Kota Sabang menunjukkan geliat yang cukup tinggi. Salah satunya terlihat dari grup WhatsApp Info Jual Beli Sabang yang dalam sehari mampu mencatat lebih dari 500 transaksi yang berujung kesepakatan antara penjual dan pembeli.
Grup tersebut memang dibuat khusus sebagai ruang jual beli. Berbagai barang ditawarkan oleh anggota, sementara calon pembeli dapat langsung melakukan komunikasi, menanyakan kondisi barang, hingga menegosiasikan harga melalui percakapan di WhatsApp.
Menariknya, aktivitas di dalam grup tidak terbatas pada jam tertentu. Penjual dan pembeli bisa berkomunikasi, melakukan negosiasi maupun menerima pesanan hingga 24 jam.
Admin grup WhatsApp Jual Beli Sabang, Toibah Rusli, mengatakan tingginya aktivitas transaksi tersebut menunjukkan masyarakat masih memanfaatkan grup sebagai sarana praktis untuk memenuhi kebutuhan maupun memasarkan barang dagangan.
Toibah yang juga menjabat Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Pemko Sabang menjelaskan, grup tersebut awalnya dibuat pada masa pandemi Covid-19 pada 2020.
Saat itu, kondisi perekonomian sedang lesu sehingga muncul gagasan untuk membuat wadah yang dapat mempertemukan pedagang dengan calon pembeli secara lebih cepat dan sederhana.
“Waktu Covid-19 tahun 2020, perekonomian sedang lesu. Niatnya membuat grup ini agar pedagang dan pembeli bisa lebih cepat dan simpel dalam melakukan jual beli,” kata Toibah, Rabu (23/9/2026).
Meski pandemi telah berlalu, keberadaan grup tersebut justru terus berkembang dan masih aktif digunakan masyarakat hingga sekarang. Dalam sehari, transaksi yang benar-benar mencapai kesepakatan atau deal disebut bisa menembus lebih dari 500 transaksi.
Menurutnya, keberadaan grup jual beli juga memberikan kemudahan bagi masyarakat karena proses transaksi dapat dimulai dari melihat barang, bertanya kepada penjual, melakukan tawar-menawar hingga membuat kesepakatan tanpa harus datang langsung ke tempat penjual.
Grup tersebut tetap diarahkan khusus untuk aktivitas perdagangan dan tidak digunakan untuk urusan lain. Kondisi itu membuat komunikasi antara penjual dan pembeli menjadi lebih fokus serta membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan media sosial sebagai ruang perdagangan yang aktif di Kota Sabang.[DIKK]

0 Komentar