Drainase Pelabuhan Balohan Bermasalah, Sekitar 100 KK Khawatir Genangan Ganggu Tambak

Foto | Geuchik Gampong Balohan, Abdullah Imum.(dok.AGN)

Sabang.AGN — Persoalan aliran air di kawasan sekitar Pelabuhan Balohan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, kembali menjadi perhatian warga. Saat hujan dengan intensitas tinggi, air yang tidak mengalir secara optimal memicu genangan dan turut berdampak terhadap tambak milik masyarakat.

Kondisi tersebut dirasakan warga yang tinggal di kawasan Jurong Ulee Krueng hingga Jurong Blang Tunong. Diperkirakan terdapat sekitar 100 kepala keluarga yang berada di wilayah yang terdampak persoalan aliran air tersebut.

Genangan biasanya muncul ketika curah hujan tinggi. Kondisi itu membuat masyarakat khawatir, terutama saat hujan berlangsung cukup lama karena air berpotensi meluas ke kawasan permukiman maupun area tambak.

Geuchik Gampong Balohan, Abdullah Imum, mengatakan keberadaan Pelabuhan Balohan tetap menjadi bagian penting bagi masyarakat Sabang. Fasilitas tersebut menjadi salah satu akses utama transportasi laut yang menghubungkan Pulau Weh dengan Banda Aceh.

Namun, di balik manfaat keberadaan pelabuhan, kata Abdullah, masyarakat yang tinggal di kawasan sekitarnya masih menghadapi persoalan tata aliran air yang hingga kini belum tertangani secara maksimal.

"Kehadiran pelabuhan ini juga menjadi beban bagi kami. Seluruh alur air yang tersebar akibat pelabuhan itu akhirnya tidak jalan lagi. Air tersumbat bertahun-tahun, ditambah saat hujan lebat terjadi banjir dan tambak warga kena dampaknya," ujar Abdullah Imum, Jumat (11/9/2026).

Menurut dia, persoalan tersebut bukan baru terjadi. Warga telah merasakan terganggunya aliran air selama beberapa tahun dan dampaknya semakin nyata ketika hujan deras mengguyur kawasan Balohan.

Karena itu, Pemerintah Gampong Balohan berharap pembenahan sistem drainase dapat segera dilakukan. Apalagi masyarakat mulai memasuki periode yang rawan terhadap curah hujan tinggi sehingga potensi genangan dikhawatirkan kembali terjadi.

Persoalan tersebut sebelumnya telah disampaikan Pemerintah Gampong Balohan kepada Pemerintah Kota Sabang. Selain itu, pihak gampong juga telah mengirimkan surat secara resmi kepada Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) agar kondisi drainase di kawasan tersebut mendapat perhatian.

Abdullah menyebutkan, BPKS telah turun langsung melihat kondisi di lapangan. Setelah peninjauan dilakukan, rencana perbaikan terhadap drainase di kawasan tersebut juga telah disampaikan.

"Kami berdoa agar ini cepat terwujud, apalagi intensitas hujan diperkirakan tinggi di bulan 12 ini. Kami mohon bantuan Pak Wali Kota dan BPKS agar janji perbaikan ini segera direalisasikan," katanya.

Masyarakat berharap rencana tersebut tidak berhenti pada tahap peninjauan. Pembenahan diharapkan dapat segera direalisasikan secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Perbaikan aliran drainase dinilai penting bukan hanya untuk mengurangi genangan, tetapi juga melindungi aktivitas warga yang bergantung pada tambak di sekitar kawasan tersebut. Genangan yang berulang dikhawatirkan terus memberikan dampak terhadap lingkungan dan penghidupan masyarakat.

Abdullah juga berharap koordinasi antara Pemerintah Kota Sabang dan BPKS terus dilakukan sampai persoalan tersebut benar-benar mendapatkan solusi. Dengan pengelolaan kawasan yang lebih baik, keberadaan Pelabuhan Balohan diharapkan tidak hanya mendukung konektivitas antardaerah, tetapi juga memberikan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat di sekitarnya.[DIKK]

0 Komentar