
Foto | Kepala Dispora Kota Sabang Abdullah, SE. Dispora memperkuat pembinaan atlet muda melalui penjaringan potensi olahraga di tingkat pelajar dan gampong.(dok.AGN)
Sabang.AGN – Pemerintah Kota Sabang mulai memperluas arah pembinaan olahraga dengan menjadikan lingkungan sekolah dan gampong sebagai bagian penting dalam pencarian atlet potensial. Langkah tersebut diharapkan mampu membangun regenerasi atlet secara berkelanjutan sekaligus memperkuat prestasi olahraga daerah.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Sabang, Abdullah, SE, mengatakan proses pencarian atlet muda akan dilakukan melalui berbagai ajang kompetisi. Pertandingan antar pelajar maupun antar gampong dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk melihat kemampuan generasi muda yang memiliki potensi di bidang olahraga.
Menurut Abdullah, terdapat lima cabang olahraga yang menjadi fokus dalam penjaringan dan pembinaan atlet muda Sabang. Cabang tersebut meliputi bola voli, sepak bola, atletik, pencak silat dan dayung.
Ia menilai pembinaan yang dimulai sejak usia dini menjadi investasi penting bagi masa depan olahraga Kota Sabang. Melalui kompetisi yang digelar di tingkat dasar, Dispora tidak hanya mencari pemenang pertandingan, tetapi juga berusaha menemukan atlet yang memiliki kemampuan untuk dikembangkan ke jenjang lebih tinggi.
“Pembinaan sejak usia dini menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan prestasi olahraga Sabang. Kompetisi di tingkat pelajar dan gampong tidak semata-mata menjadi ajang pertandingan, tetapi juga ruang untuk menemukan talenta-talenta baru yang selama ini mungkin belum tersentuh pembinaan secara terarah,” kata Abdullah, Rabu (9/9/2026).
Penguatan pembinaan tersebut juga dibarengi dengan perhatian terhadap fasilitas olahraga. Dispora Sabang pada tahun ini melakukan revitalisasi terhadap sejumlah sarana olahraga, termasuk Gelanggang Olahraga (GOR) serta lapangan yang berada di lingkungan gampong.
Keberadaan fasilitas yang memadai dinilai memiliki peran penting dalam membuka ruang aktivitas positif bagi masyarakat, terutama anak-anak dan kalangan muda. Dengan sarana yang dapat digunakan secara optimal, kegiatan latihan maupun pembinaan diharapkan berlangsung lebih teratur.
Abdullah menyebut lapangan olahraga memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat berlatih. Di ruang tersebut, generasi muda dapat belajar mengenai disiplin, kerja sama, sportivitas hingga membangun kepercayaan diri untuk menghadapi kompetisi.
“Lapangan adalah kelas kedua bagi generasi muda. Di sanalah mental juara, sportivitas, dan kepemimpinan ditempa. Kami mengajak pemuda Sabang menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sekaligus jalan untuk mengukir prestasi, bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang,” ujarnya.
Selain membangun prestasi, Dispora melihat olahraga dapat menjadi salah satu instrumen untuk menghidupkan sektor pariwisata Sabang. Kondisi geografis Pulau Weh dengan karakter alam dan kawasan wisatanya dianggap memiliki modal kuat untuk mengembangkan konsep sport tourism.
Untuk mendukung arah tersebut, Dispora berencana mendorong lebih banyak penyelenggaraan kejuaraan dengan cakupan peserta yang lebih luas. Kompetisi tingkat provinsi hingga nasional diharapkan dapat digelar di Sabang sehingga atlet dari berbagai daerah datang dan mengikuti pertandingan.
Kehadiran peserta dari luar Sabang nantinya diharapkan memberikan efek berantai terhadap sektor lainnya. Selain mengikuti pertandingan, para peserta dan pendamping berpotensi memanfaatkan jasa penginapan, transportasi, kuliner serta mengunjungi sejumlah destinasi wisata yang ada di Kota Sabang.
Di tengah upaya tersebut, Abdullah memberikan penghargaan kepada para pelatih dan pembina olahraga yang selama ini konsisten mendampingi atlet. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga membutuhkan kerja keras para pembina yang berhadapan langsung dengan atlet di lapangan.
Ia juga mengingatkan agar dukungan anggaran melalui APBK dapat dikelola secara maksimal untuk memperkuat ekosistem olahraga. Pembinaan atlet, peningkatan fasilitas dan pelaksanaan kompetisi perlu berjalan beriringan agar target mencetak atlet berprestasi dapat diwujudkan.
Abdullah berharap peringatan Haornas 2026 tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi titik penguatan gerakan olahraga di Kota Sabang. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Mari kita manfaatkan momentum Haornas ini untuk bangkit bersama. Berolahraga, sehat, dan berprestasi. Bersama cetak juara untuk Sabang yang lebih hebat,” tutup Abdullah.[DIKK]
0 Komentar