Dishub Aceh Perkuat Akurasi Manifes untuk Tingkatkan Keselamatan Penyeberangan

Foto | Pengaturan lalulintas penumpang oleh petugas saat baru turun dari kapal Ro-ro di Pelabuhan Balohan Sabang.(dok.AGN)

Banda Aceh.AGN – Dinas Perhubungan Aceh mendorong peningkatan ketepatan data manifes penumpang dan kendaraan pada kapal penyeberangan sebagai bagian dari upaya memperkuat keselamatan transportasi laut.

Upaya tersebut dibahas dalam forum diskusi bertajuk Penguatan Kepatuhan dan Akurasi Data Manifes yang digelar Dishub Aceh di Aula Multimoda Dishub Aceh, Rabu (23/9/2026).

Kepala Dishub Aceh, Teuku Faisal mengatakan, manifes bukan sekadar administrasi perjalanan, tetapi menjadi salah satu data penting dalam memastikan jumlah dan identitas penumpang maupun kendaraan yang berada di atas kapal.

“Manifes adalah pilar utama keselamatan pelayaran. Setiap penumpang yang naik kapal harus tercatat dengan benar,” tegas Teuku Faisal saat membuka kegiatan.

Menurutnya, akurasi data harus dimulai dari kesesuaian identitas penumpang hingga jumlah penumpang dan kendaraan yang tercatat. Data tersebut juga harus sesuai dengan kapasitas kapal sehingga kondisi di lapangan dapat diketahui secara jelas.

Dishub Aceh juga mendorong pengelolaan manifes yang semakin terintegrasi. Ke depan, sistem tersebut diharapkan dapat bekerja secara real-time sehingga setiap perubahan data selama proses pelayanan dapat diketahui dan ditelusuri dengan cepat.

“Ke depan, sistem manifes harus terintegrasi dan beroperasi secara real-time, sehingga setiap perubahan data di lapangan dapat dilacak dengan cepat dan akurat,” ujarnya.

Untuk mewujudkan sistem tersebut, Dishub Aceh melibatkan sejumlah pemangku kepentingan transportasi penyeberangan dalam forum yang digelar secara luring dan daring. Pertemuan itu diharapkan menghasilkan masukan teknis sekaligus langkah yang dapat diterapkan bersama.

Teuku Faisal mengatakan, koordinasi lintas instansi diperlukan karena pengelolaan transportasi penyeberangan melibatkan berbagai pihak. Kesamaan prosedur dan kepatuhan terhadap pencatatan manifes menjadi bagian yang perlu diperkuat secara bersama-sama.

“Kami mengharapkan partisipasi aktif dan masukan konstruktif dari seluruh peserta agar pertemuan ini menghasilkan langkah konkret demi pelayaran penyeberangan yang aman, selamat, nyaman, dan akuntabel di Aceh,” katanya.

Forum tersebut menghadirkan Kepala KSOP Kelas IV Malahayati, Capt. Amfami; General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Mochamad Haryanto; serta Kepala Kantor PT Jasa Raharja Aceh, Sugeng Hariadi sebagai narasumber.

Pembahasan mengenai manifes diharapkan menjadi bagian dari penguatan sistem keselamatan penyeberangan, sehingga data penumpang dan kendaraan yang tercatat dapat dipastikan sesuai dengan kondisi sebenarnya setiap kapal berlayar.[DIKK]

0 Komentar