Delapan Tahun Bertahan di Sabang Fair, Jajanan Sederhana Jadi Penopang Ekonomi Keluarga

 

Foto | Aktivitas pedagang UMKM di Sabang Fair menjadi bagian dari geliat ekonomi masyarakat Kota Sabang.(dok.AGN)

Sabang.AGN – Menjelang sore, kawasan Sabang Fair, Kota Sabang, mulai berubah menjadi salah satu titik aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membuka lapak dan menawarkan beragam jajanan kepada warga maupun wisatawan yang datang menikmati suasana kawasan wisata tersebut.

Dari makanan olahan rumahan hingga aneka minuman segar, lapak-lapak pedagang mulai dipenuhi pembeli ketika sore semakin ramai. Aktivitas tersebut sekaligus menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat yang memilih menggantungkan pendapatan dari usaha kecil.

Salah satunya Zul (41), warga Lhokpanglima, Gampong Kuta Barat, Kota Sabang. Ia telah berjualan di kawasan Sabang Fair sejak 2017 dan hingga kini masih mempertahankan usahanya sebagai salah satu sumber pemasukan bagi keluarga, Senin (7/9/2026).

Selama berjualan, Zul menawarkan sejumlah jajanan yang cukup mudah ditemui dan digemari pengunjung. Bakso bakar, tahu dan tempe menjadi beberapa makanan yang disiapkannya setiap hari untuk memenuhi permintaan pembeli.

Bagi Zul, berjualan di kawasan wisata bukan sekadar aktivitas mencari keuntungan. Usaha tersebut menjadi bagian dari perjuangannya memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mempertahankan sumber pendapatan keluarga.

Ia menilai keberadaan kawasan Sabang Fair memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan usaha secara mandiri. Ketika pengunjung datang dan transaksi berlangsung, pedagang kecil seperti dirinya ikut merasakan manfaat dari perputaran ekonomi di kawasan tersebut.

Sabang Fair sendiri merupakan salah satu ruang wisata dan aktivitas masyarakat di Gampong Kuta Barat. Dokumen Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kawasan Sabang juga mencatat kawasan tersebut memiliki fungsi sebagai area kuliner, budaya dan panggung seni serta ramai dikunjungi wisatawan.

Bagi para pedagang, keberadaan pengunjung menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha. Semakin ramai kawasan tersebut, semakin terbuka pula kesempatan bagi pelaku UMKM untuk menjajakan produk dan memperoleh penghasilan.

Cerita Zul menunjukkan bahwa di balik suasana wisata Sabang Fair, terdapat masyarakat yang terus berusaha mempertahankan kehidupan ekonomi keluarganya melalui usaha sederhana. Selama delapan tahun lebih, lapak kecil yang dijalankannya menjadi bukti bahwa sektor UMKM memiliki peran penting dalam menopang ekonomi masyarakat di Kota Sabang.[DIKK]

0 Komentar