Catut Nama Pimpinan DPRK Sabang, Pelaku Iming-imingi Mobil Murah dan Proyek Pemerintah

Foto | Ilustrasi percakapan WhatsApp yang digunakan pihak tak bertanggung jawab dengan mencatut nama dan foto Wakil Ketua DPRK Sabang Albina Arrahman.(dok.AGN)

Sabang.AGN – Warga Kota Sabang diminta berhati-hati terhadap aksi penipuan yang mencatut nama Wakil Ketua DPRK Sabang, Albina Arrahman. Pelaku menggunakan nomor WhatsApp palsu untuk menghubungi sejumlah warga dan menawarkan transaksi kendaraan dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.

Aksi tersebut diketahui setelah sejumlah percakapan melalui WhatsApp beredar dan memperlihatkan seseorang menggunakan identitas Albina untuk membangun komunikasi dengan calon korban. Dalam percakapan itu, pelaku bahkan memasang foto Albina sebagai foto profil akun yang digunakan.

Salah satu warga yang dihubungi adalah Chandra Liem. Pelaku menawarkan satu unit Mitsubishi Pajero Sport Dakar matic 4x4 tahun 2024 dengan harga Rp600 juta. Tawaran tersebut disampaikan seolah-olah berasal dari pihak yang memiliki akses terhadap transaksi kendaraan.

Untuk membuat ceritanya semakin meyakinkan, pelaku juga membawa-bawa proyek pemerintah. Ia mengaku memiliki anggota keluarga yang baru memenangkan tender di lingkungan Kantor Kejaksaan. Narasi tersebut diduga digunakan untuk membuat calon korban percaya bahwa penawaran kendaraan yang diberikan berkaitan dengan akses pejabat dan proyek pemerintah.

Dalam komunikasi tersebut, pelaku kemudian meminta uang tanda jadi atau down payment dengan alasan untuk menghubungkan calon pembeli dengan pemilik kendaraan. Nomor WhatsApp yang digunakan pelaku yakni 0852-8480-4089.

Albina Arrahman memastikan nomor tersebut bukan miliknya. Ia menyampaikan klarifikasi pada Kamis (24/9/2026) setelah mengetahui namanya digunakan dalam komunikasi yang mengarah pada dugaan penipuan.

“Saya tegaskan bahwa nomor WhatsApp 0852-8480-4089 bukan nomor saya. Saya tidak pernah menggunakan nomor tersebut untuk menghubungi masyarakat, menawarkan kendaraan, maupun melakukan transaksi apa pun,” kata Albina.

Ia juga membantah adanya keterlibatan dirinya maupun keluarganya dengan penawaran kendaraan dan cerita mengenai tender di lingkungan kejaksaan yang disampaikan oleh pelaku. Menurutnya, penggunaan foto dan identitas pejabat untuk meyakinkan calon korban dapat menimbulkan kerugian sekaligus mencoreng nama lembaga.

Dari tangkapan layar percakapan yang beredar, akun tersebut diketahui tidak hanya menghubungi satu orang. Pelaku juga mencoba membuka komunikasi dengan warga lainnya menggunakan pola yang serupa.

Albina meminta masyarakat tidak langsung mempercayai pesan dari nomor yang mengatasnamakan dirinya, terutama apabila pembicaraan mulai mengarah pada permintaan uang, jual beli barang bernilai tinggi atau proyek pemerintah.

“Saya mengimbau masyarakat Kota Sabang agar tidak percaya apabila ada pihak yang menghubungi menggunakan nomor tersebut dan mengatasnamakan saya, terlebih jika meminta uang atau melakukan transaksi,” ujarnya.

Ia menyarankan warga melakukan pengecekan terlebih dahulu melalui kontak yang selama ini diketahui sebagai nomor resminya atau datang langsung ke kantor DPRK Sabang. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak terburu-buru menyerahkan uang hanya karena mendapat pesan dari akun yang menggunakan nama maupun foto pejabat.

“Kalau ada masyarakat yang menerima pesan atau komunikasi dari nomor tersebut, segera konfirmasi kepada saya. Jangan sampai ada masyarakat yang menjadi korban penipuan,” tegas Albina.[DIKK]

0 Komentar