![]() |
| Foto | Kepala BPS Kota Sabang Budi Kurniawan menjelaskan fungsi desil dalam DTSEN.(dok.AGN) |
Sabang.AGN — Posisi desil masyarakat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi salah satu informasi yang digunakan pemerintah dalam melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Namun, Kepala BPS Kota Sabang, Budi Kurniawan, S.Si., menegaskan desil bukan satu-satunya patokan dalam menentukan penerima bantuan sosial.
Menurut Budi, desil lebih berfungsi sebagai landasan untuk melihat posisi relatif masyarakat dalam kelompok sosial ekonomi.
Ketika pemerintah memiliki program bantuan yang menyasar kelompok masyarakat tertentu, informasi mengenai desil dapat digunakan sebagai salah satu bahan dalam proses penentuan sasaran.
Namun demikian, data desil tetap perlu dilihat bersama informasi dan kriteria lain yang berkaitan dengan program bantuan tersebut.
“Desil itu bukan satu-satunya patokan untuk memberikan bantuan. Itu hanya sebagai landasannya,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, misalnya pemerintah ingin melihat kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tertentu, maka desil dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi kelompok tersebut.
Tetapi keputusan mengenai penerima suatu program tidak otomatis hanya berdasarkan angka desil.
Penjelasan ini penting disampaikan kepada masyarakat agar tidak muncul anggapan bahwa seseorang yang berada pada desil tertentu secara otomatis pasti memperoleh bantuan tertentu.
Budi juga mengingatkan bahwa posisi desil sendiri bersifat dinamis sehingga dapat mengalami perubahan setelah dilakukan pemutakhiran data.
Karena itu, masyarakat diminta memastikan data sosial ekonomi yang dimiliki sesuai dengan kondisi sebenarnya.[DIKK]
.jpeg)
0 Komentar