Albina A. Rahman Minta Lulusan STIS Al-Aziziyah Sabang Jadikan Ilmu Bekal Mengabdi

 

Foto | Wakil Ketua DPRK Sabang Albina A. Rahman.(dok.AGN)

Sabang.AGN – Wakil Ketua DPRK Sabang Albina A. Rahman, S.T., M.T., meminta para lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Al-Aziziyah Sabang tidak berhenti pada pencapaian akademik setelah menyandang gelar sarjana.

Pesan tersebut disampaikan Albina saat menghadiri Wisuda Sarjana Angkatan III Tahun Akademik 2025-2026 yang diikuti 54 wisudawan dan wisudawati, Kamis (17/9/2026).

Albina menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang tidak terlepas dari kerja keras mahasiswa, dukungan keluarga serta bimbingan para dosen.

Ia mengingatkan para sarjana untuk tetap menjaga integritas dan terus mengembangkan kemampuan setelah menyelesaikan pendidikan formal. Gelar yang diperoleh, kata dia, seharusnya menjadi awal untuk memasuki ruang pengabdian yang lebih luas.

“Ilmu yang diperoleh jangan hanya berhenti pada gelar. Jadikan ilmu sebagai bekal untuk berkarya, mengabdi dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Albina.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di STIS Al-Aziziyah dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Para lulusan juga diharapkan mengambil peran dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Sabang.

Wisuda tersebut diikuti 37 lulusan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah dan 17 lulusan Program Studi Hukum Keluarga Islam. Dari total 54 lulusan, sebanyak 16 orang meraih predikat cumlaude, 24 orang istimewa dan 14 orang baik sekali.

Selain menghadiri prosesi wisuda, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peresmian Dayah Raudhatul Muna Al-Aziziyah Sabang. Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Albina mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Sabang terhadap perkembangan pendidikan Islam di daerah itu. Ia menilai kehadiran pemerintah dalam kegiatan pendidikan menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan.

Menurutnya, kehadiran pendiri STIS Al-Aziziyah, Abu Syaikh H. Hasanoel Bashry HG atau Abu Mudi, bersama Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Aziziyah Samalanga, dr. Tgk. Muhammad Thaifur, juga memberikan arti penting bagi pengembangan pendidikan berbasis keislaman di Sabang.

“Semoga sinergi antara pemerintah, ulama, lembaga pendidikan dan masyarakat terus terjalin. Dengan begitu, STIS Al-Aziziyah dan Dayah Raudhatul Muna dapat terus memberikan kontribusi bagi pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Sabang,” ujarnya.

Albina berharap kedua lembaga pendidikan tersebut terus berkembang dan membuka lebih banyak ruang kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat serta dunia akademik untuk memperkuat kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Kota Sabang.[DIKK]

0 Komentar