
Foto | Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Aceh, Hj. Ashraf, S.P., M.Si. bersama Ari Maulana.(dok.pribadi untuk AGN)
Banda Aceh.AGN – Ari Maulana, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK) dan mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dipercaya menjadi MC sekaligus moderator dalam pembukaan Manasik Haji KBIHU ‘Aisyiyah Nashita Al-Hujjaj Tahun 2027 M/1448 H.
Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Taqwa Muhammadiyah, Banda Aceh, Minggu (6/9/2026), dan diikuti 20 calon jamaah haji.
Dalam kegiatan itu, Ari bertugas memandu seluruh rangkaian acara sekaligus memoderatori penyampaian materi kepada peserta manasik.
Pembukaan manasik dilakukan Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Aceh, Hj. Ashraf, S.P., M.Si. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, H. A. Malik Musa, S.H., M.Hum., serta jajaran pengurus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Aceh.
Materi pada pertemuan perdana disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh, Drs. H. Arijal, M.Si., dengan tema “Dinamika dan Tata Kelola Penyelenggaraan Haji Masa Kini.”
Sebagai moderator, Ari memandu jalannya penyampaian materi dan sesi dialog bersama calon jamaah. Pembahasan mencakup kebijakan penyelenggaraan haji, pelayanan jamaah, kuota dan keberangkatan, peran KBIHU serta sejumlah persoalan dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Ari mengatakan kepercayaan tersebut menjadi kesempatan baginya untuk menambah pengalaman sekaligus mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum.
“Saya sangat senang dan bersyukur mendapatkan kesempatan menjadi MC sekaligus moderator dalam kegiatan ini. Bagi saya, kepercayaan ini bukan hanya sebuah amanah untuk memandu acara, tetapi juga menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk terus meningkatkan kemampuan public speaking,” ujar Ari.
Menurutnya, menjadi MC dan moderator tidak hanya membutuhkan kemampuan berbicara, tetapi juga kemampuan memahami materi, menjaga alur acara dan menyesuaikan komunikasi dengan peserta.
“Public speaking itu bukan sekadar berbicara di depan banyak orang. Ada tanggung jawab untuk memastikan informasi yang disampaikan dapat dipahami dan suasana forum tetap terarah. Karena itu, setiap kesempatan menjadi MC atau moderator selalu saya jadikan ruang untuk belajar dan mengevaluasi diri,” katanya.
Ari selama ini telah memandu sejumlah kegiatan di lingkungan kampus maupun di luar kampus. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal dalam menjalankan tugas sebagai MC dan moderator pada kegiatan manasik haji tersebut.
Ia juga menilai latar belakang pendidikan hukum dan komunikasi yang sedang ditempuhnya saling mendukung. Pendidikan hukum melatih kemampuan berpikir kritis dan sistematis, sedangkan ilmu komunikasi memberikan pemahaman dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Sementara itu, bagi 20 calon jamaah haji, kegiatan tersebut menjadi bagian awal dari rangkaian pembekalan sebelum melaksanakan ibadah haji. Melalui manasik, peserta mendapatkan informasi mengenai tata kelola penyelenggaraan haji sekaligus berbagai hal yang perlu dipersiapkan sebelum keberangkatan.
Kegiatan manasik KBIHU ‘Aisyiyah Nashita Al-Hujjaj selanjutnya akan dilanjutkan dengan materi dan pembekalan lainnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan.[CSA]
0 Komentar