
Foto | Isniwandi, S.Kep atau Abua terpilih memimpin DPD PPNI Kota Sabang periode 2026-2031.(dok.AGN)
Sabang.AGN – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Sabang memasuki periode kepengurusan baru untuk lima tahun ke depan. Isniwandi, S.Kep atau yang akrab disapa Abua, dipercaya memimpin Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPNI Kota Sabang periode 2026-2031.
Di bawah kepemimpinan Abua, PPNI Sabang menargetkan penguatan organisasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia keperawatan. Organisasi profesi tersebut juga ingin memperluas keterlibatan perawat dalam pembangunan sektor kesehatan di Kota Sabang.
Abua mengatakan, salah satu fokus utama kepengurusan baru adalah meningkatkan kompetensi para anggota melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan. Kemampuan tambahan, termasuk penguasaan bahasa asing, dinilai semakin dibutuhkan seiring perkembangan pelayanan kesehatan.
“Program kita ke depan bagaimana PPNI ini lebih dikenal oleh masyarakat Kota Sabang. Kemudian kita akan melakukan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi perawat, termasuk peningkatan kemampuan bahasa asing seperti bahasa Inggris, Arab, Jepang dan bahasa lainnya,” kata Isniwandi.
Menurutnya, peningkatan kapasitas tersebut bukan hanya berkaitan dengan kemampuan teknis keperawatan. Penguasaan bahasa asing diharapkan dapat menambah wawasan sekaligus mendukung perawat dalam menghadapi kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.
Kepengurusan baru juga akan memberi perhatian terhadap proses regenerasi. PPNI Sabang berencana mendorong masuknya anggota baru, terutama dari kalangan perawat muda, sehingga keberlangsungan organisasi dapat terus terjaga dan keterlibatan generasi berikutnya semakin kuat.
![]() |
| Foto | PPNI Kota Sabang menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan kompetensi dan peran perawat dalam pelayanan kesehatan.(dok.AGN) |
Selain menjalankan fungsi sebagai organisasi profesi, PPNI Sabang akan meningkatkan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Edukasi kesehatan, penyuluhan, kegiatan sosial hingga pengabdian masyarakat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan peran perawat secara lebih luas.
Abua juga melihat keberadaan anggota PPNI yang kini menjadi anggota DPRK Sabang sebagai peluang untuk membangun komunikasi yang lebih erat dalam menyampaikan berbagai kebutuhan tenaga keperawatan kepada pemangku kebijakan.
“Ini menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang bagi kita. Ada anggota PPNI yang duduk di DPRK Sabang. Ini harus kita bangun komunikasinya dengan baik, sehingga aspirasi dan kebutuhan perawat bisa ikut diperjuangkan dalam kebijakan daerah, khususnya di bidang kesehatan,” ujarnya.
Untuk mendukung agenda tersebut, PPNI Sabang akan membangun dan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Sabang, DPRK, rumah sakit, puskesmas, institusi pendidikan serta organisasi profesi lainnya.
Abua berharap kepengurusan PPNI periode 2026-2031 mampu menjadikan organisasi tersebut tidak sekadar sebagai wadah bagi para perawat, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan yang ikut memberi kontribusi terhadap peningkatan pelayanan kesehatan di Kota Sabang.
Penguatan kelembagaan, peningkatan kompetensi anggota, regenerasi serta pengabdian kepada masyarakat menjadi sejumlah agenda yang akan dikembangkan selama masa kepengurusan lima tahun mendatang.[DIKK]

0 Komentar